Prasetya Online

>

Berita UB

Wagub Jatim dan UB Diskusi Tentang Penguatan Pertanian Lokal Bagi Pembangunan Jatim

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh oky_dian pada 20 Mei 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 931


Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak berdikusi bersama rektor, wakil rektor, dan dekan- dekan fakultas di UB tentang permasalahan yang dihadapi dalam dunia pertanian, Jumat (17/5/2019).
Ada beberapa permasalahan yang dihadapi para petani lokal dalam bidang pemasaran antara lain faktor kelembagaan dan demand creator.

Dalam bidang kelembagaan, permasalahan yang dihadapi petani antara lain pendampingan pihak ketiga dalam memasarkan produknya.

Rektor UB Prof.Dr. Ir. nuhfil Hanani mengatakan mimpi yang saat ini belum terwujud adalah bagaimana Jawa Timur bisa menjadi pusat agroindustri dan agrobisnis Asia Tenggara.
Melalui diskusi tersebut, Emil memberikan solusi bahwa itu bisa dilakukan dengan strategi intervensi pangan.
"Kita bisa mencontoh Jepang. Jepang kita lihat GDP nya tinggi. Namun ekspor impornya sedikit. Mobil-mobil seperti Honda onderdilnya dibuat di Indonesia namun mesinnya dibuat di Jepang. Itu yang bisa kita contoh. Jika Jawa Timur tidak punya lahan untuk menanam maka bisa melakukan ekspansi tanah di luar Jawa tapi pusatnya atau kepemilikannya tetap di Jawa Timur," katanya.
Dalam diskusi tersebut Emil juga memberikan saran agar para petani bisa memaksimalkan penggunaan teknologi untuk memasarkan hasil pertanyannya.

Dia mencontohkan perusahaan Finna yang awalnya memproduksi kerupuk udang saat ini mampu memanfaatkan cabai dengan menghasilkan sambel siap pakai.
"Finna mampu memanfaatkan peluang harga cabai di saat harganya melonjak tinggi. Dia menjual sambel siap pakai dalam bentuk toples yang bisa dinikmati kapan saja meskipun saat itu hasil panen cabe memburuk," katanya.
Sehingga tidak hanya perilaku sumberdaya manusianya yang perlu dirubah tapi juga keberanian dalam melakukan sebuah konversi produk dengan memanfaatkan teknologi. [Oky/Humas UB]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID