Prasetya Online

>

Berita UB

WR 4 Kenalkan Jamu di Ritsumeikan University

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 16 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 308

Wakil Rektor 4 saat presentasi di Ritsumeikan University, Jepang
Wakil Rektor 4 saat presentasi di Ritsumeikan University, Jepang
Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Brawijaya, Dr. Ir. M. Sasmito Djati, MS mengajak mahasiswa Ritsumeikan University untuk kenal lebih dekat dengan jamu sebagai minuman herbal khas Indonesia.

Jamu dijelaskan dan dikenalkan secara langsung kepada mahasiswa dan staff akademik Ritsumeikan University dalam kegiatan Kuliah Tamu yang berjudul, "Jamu: Sinergetic Approach between Herb Formula and Multicomplex Physiological Action". Kuliah tamu ini diselenggarakan pada hari Rabu (15 /11/2017) di Ritsumeikan University, Jepang.

Pada kegiatan ini, Sasmito menjelaskan pentingnya jamu sebagai bagian penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia terutama masyarakat Jawa. "Jamu tidak hanya dipandang sebagai minuman yangterbuat dari tanaman toga tapi telah dianggap sebagai minuman kesehatan dan obat selama berabad-abad", jelasnya.

Sasmito menjelaskan bahwa masyarakat Jawa telah mempercayai jamu sebagai holistic system sebagai upaya tradisional dalam penyembuhan penyakit ringan hingga berat selama berabad-abad lamanya. "Tapi dalam waktu yang lama tak ada penelitian scientific dalam waktu yang lama tak ada penelitian scientific yang menguji jamu secara ilmah keakuratannya dan efek negatifnya pada tubuh manusia", imbuhnya.

Ia juga mengajak peserta untuk mencicipi minuman jamu kunyit asem, jamu lidah buaya, dan jamu alang-alang. Tampak peserta dari Jepang agak ragu-ragu untuk minun jamu yang telah diracik oleh mahasiswa Indonesia dan mahasiswa dari UB yang mengikuti perkuliahan ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Wakil Rektor bidang Perencanaan dan Kerjasama ke beberapa universitad di Kyoto dan Tokyo, Jepang. Ritsumeikan University sebagai tuan rumah kuliah tamu ini telah berkolaborasi dengan UB untuk meneliti lebih lanjut tentang kehebatan dan mekanisme jamu.

Sebagai tuan rumah, Ritsumeikan University telah menggandeng Prof. Widodo dari Fakultas MIPA dan mahasiswa pasca sarjana Biologi UB, Dinia Dwijayanti untuk melakukan project penelitian bersama dalam pengembangan jamu dan obat herbal Jepang yang lebih dikenal dengan Kampo. [vicky]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID