Prasetya Online

>

Berita UB

Visitasi Pemetaan Kinerja Penelitian PT

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh humas1 pada 05 October 2010 | Komentar : 0 | Dilihat : 4559

Suasana visitasi kinerja penelitian
Suasana visitasi kinerja penelitian
Pembantu Rektor bidang Akademik Prof Dr Ir Bambang Suharto MS membuka kegiatan visitasi pemetaan kinerja penelitian perguruan tinggi di Gedung Rektorat Universitas Brawijaya (UB), Kamis (30/9). Visitasi dilakukan oleh Prof. Dr. Rizal Syarief dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional. Kegiatan yang dikuti oleh 25 PTN/PTS itu berlangsung hingga 2 Oktober 2010.

Visitasi ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi serta memastikan akurasi data pengelolaan penelitian di Perguruan Tinggi yang akan digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam memberikan block grant dana penelitian Dikti kepada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta melalui Kopertis Wilayah 1-12. Selain UB, perguruan tinggi yang juga divisitasi di wilayah Malang raya diantaranya Universitas Negeri Malang, Politeknik Negeri Malang, Universitas Islam Balitar, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Islam Malang.

Variabel Kinerja Penelitian

Variabel yang dievaluasi dalam pemetaan merupakan kinerja penelitian perguruan tinggi dalam 3 tahun terakhir. Antara lain yaitu jumlah dan kualitas manusia (SDM) yang dimiliki oleh PT, jumlah proposal penelitian yang diusulkan dan jumlah proposal yang didanai dari setiap PT, persentase keterlibatan dosen dalam melaksanakan penelitian, keberadaan dan aktivitas pusat-pusat penelitian/pusat studi di PT dan output/outcome penelitian di setiap PT.

Pengelolaan Penelitian Mandiri

Dalam paparannya Rizal mengungkapkan, Dirjen Dikti mulai 2011 berencana memberikan keleluasaan kepada perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) untuk secara mandiri melaksanakan pengelolaan penelitiannya masing-masing. Hal ini tak lain dikarenakan semakin bertambahnya jumlah program-program penelitian maupun jumlah proposal penelitian untuk setiap skim serta pendanaan. Secara bertahap, ungkap Rizal yang juga dosen di Institut Pertanian Bogor itu, mulai 2011 pendanaan beberapa skim/program penelitian akan diberikan kepada perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri melalui DIPA PTN dan perguruan tinggi swasta melalui DIPA Kopertis. Perbandingan dana yang akan diberikan ke PTN dan PTS (melalui Kopertis) dengan dana yang masih dikelola Dikti adalah 70 persen banding 30 persen.

Dana yang rencananya dialokasikan ke PTN dan Kopertis sebesar 70 persen itu akan dialokasikan untuk membiayai penelitian dalam bentuk mono tahun seperti Pekerti dan Hibah doktor, serta multi tahun seperti HB, Fundamental, Hibah pasca, Rapid dan penelitian Kerjasama Antar Lembaga.

Sementara dana yang rencananya masih dikelola oleh Dikti sebesar 30 persen akan dialokasikan untuk membiayai penelitian seperti Unggulan Strategis Nasional, Kerjasama Internasional, Strategis Nasional, dan Hibah Kompetensi.[nun]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID