Prasetya Online

>

Berita UB

Usung GARBARGAIN, Mahasiswa UB Raih Medali Emas di Malaysia

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 25 April 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 854

Usung GARBARGAIN, Mahasiswa UB Raih Medali Emas di Malaysia
Usung GARBARGAIN, Mahasiswa UB Raih Medali Emas di Malaysia
Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) meraih medali emas pada kompetisi International Student Affairs Invention, Innovation and Design Competition (I-SAIID) 2019 di Universitas Teknologi Mara Kedah Branch-Malaysia. Mereka adalah Aza Nur Alisa (FISIP 2018), Fara Fazira Noorani (FISIP 2018), Ahmad Dani Alfaza (Vokasi 2018), M. Alfan Mubarok (FILKOM 2018), Dziyaa' Annaufal (FILKOM 2018).

Keberhasilan ini mereka raih melalui inovasinya mengelola makanan sisa, yang diberi nama GARBARGAIN : A Solution For Pra-Prosperous Communities By Exchanged Garbage To Get The Suitable Leftover Food.

Ketua Tim Aza Nur Alisa menyampaikan, GARBARGAIN merupakan suatu website yang dipergunakan sebagai platform mengelola makanan sisa, sekaligus penggalangan dana bagi mereka yang membutuhkan.

"Tingkat ketimpangan ekonomi di Indonesia sangat tinggi, di satu sisi banyak orang yang bisa makan berlebih, di sisi lainnya banyak yang kekurangan. Banyak juga ditemui sisa makanan pada acara-acara besar seperti hajatan pernikahan. Untuk itu dengan GARBARGAIN, kita bisa mengurangi sampah makanan sekaligus membantu masyarakat prasejahtera," papar Aza.

Saat masuk ke website GARBARGAIN, pengguna akan mendapatkan pilihan donasi berupa makanan atau uang. Untuk donasi makanan, pengguna akan diminta untuk mengisi keterangan tanggal dan jam makanan dimasak. Sedangkan untuk donasi uang, pengguna dapat mentransfer ke rekening yang tertera di website tersebut.

"Untuk mendeteksi kelayakan makanan, kami menggunakan kertas lakmus untuk mengecek kadar keasaman. Jika masih layak akan dipanaskan kembali kemudian dilakukan pengemasan ulang untuk kemudian didonasikan. Namun jika makanan sisa sudah benar-benar tidak dapat dikonsumsi, maka akan diolah menjadi pupuk. Hasil penjualan pupuk juga akan didonasikan kepada masyarakat kurang mampu," jelas Fara Fazira Noorani.

Tim GARBARGAIN tidak menyangka karya mereka diapresiasi dengan medali emas pada kompetisi internasional ini. "Ini merupakan pengalaman pertama kami mengikuti kompetisi internasional. Senang sekali bisa bertemu peserta dari berbagai negara seperti Thailand, China, dan India. Harapan kami semoga GARBARGAIN dapat diaplikasikan dan diterima di masyarakat," pungkas Ahmad Dani Alfaza. [Irene] 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID