Prasetya Online

>

Berita UB

Unila Pelajari Model Pembinaan Kegiatan Ilmiah di UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 11 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 605

Unila pelajari pembinaan kegiatan ilmiah di UB
Unila pelajari pembinaan kegiatan ilmiah di UB
Jajaran Kemahasiswaan Universitas Lampung (Unila) berkunjung ke Universitas Brawijaya (UB) pada Jum'at (06/04/2018). Kunjungan Unila yang dipimpin oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Karomani, M.Si bertujuan untuk mempelajari model pembinaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) di UB.

Rombongan Unila diterima oleh Pembantu Rektor III UB Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno, MS dan jajarannya di ruang jamuan gedung rektorat. Mengawali presentasinya, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ini menyampaikan bahwa kunci pembinaan kegiatan penalaran di UB adalah kebersamaan dan harmonisasi antar pimpinan. "Rektorat dan fakultas harus nyambung," katanya.

Pada tiap-tiap fakultas, ia menambahkan, memiliki model pembinaan yang berbeda-beda yang ditangani oleh tim ad hoc. Kompetisi PKM dimulai sejak mahasiswa baru dengan memperebutkan piala Rektor. Hal ini menurutnya akan melatih kompetisi pada mahasiswa dan pemahamannya akan metodologi penelitian. Arief Prajitno menangkap antusiasme mahasiswa yang bagus pada PKM mahasiswa baru. "Ini akan membentuk iklim akademik sejak awal," ia menyampaikan.

Rata-rata 1.400-1.500 judul proposal dihasilkan mahasiswa UB setiap tahunnya. "Tiga tahun berturut-turut jumlah proposal yang didanai selalu pada peringkat pertama," kata dia. Meskipun tahun ini posisi pertama diduduki oleh UGM dengan jumlah proposal 227 dan UB pun bergeser ke posisi kedua sebanyak 175 proposal. Total pendanaan Kemenristek Dikti adalah Rp 1.35 Milyar untuk tahun 2018 ini. Dari jumlah tersebut, PKM-PE (Penelitian Eksakta) memiliki jumlah terbanyak hingga 58 proposal disusul PKM-T (Teknologi/32 proposal), PKM-KC (Karya Cipta/27 proposal), PKM-K (kewirausahaan/24 proposal), PKM-M (pengabdian masyarakat/23 proposal) dan PKM-SH (Sosial Humaniora/11 proposal). Fakultas Teknologi Pertanian masih menduduki posisi teratas dengan 49 proposal, disusul FMIPA (20 proposal) dan Fakultas Pertanian (20 proposal).

Selain kebersamaan, Arief Prajitno juga menekankan pentingnya pemerataan PKM 5 bidang sehingga peluang untuk mendapatkan juara menurutnya lebih besar. Penghargaan juga diberikan kepada mahasiswa dan pembimbing mulai uang tunai hingga pembebasan skripsi.

Terus menurunnya jumlah PKM Unila yang didanai oleh Dikti menjadi pertanyaan Karomani, "ada apa dengan Unila?" sementara menurut dia, UB terus mempertahankan reputasinya. Tahun ini sebanyak 22 proposal Unila mendapat pendanaan Dikti, lebih rendah dari tahun sebelumnya sebanyak 27 proposal. Tiga hal yakni kekompakan, reward dan anggaran kemahasiswaan UB Rp. 16 Milyar menjadi catatannya.

Paparan kemudian dilanjutkan oleh Wakil Dekan III Fakultas Teknologi Pertanian UB Yusuf Hendrawan, S.TP, M.App.Life.Sc, PhD dan FMIPA Darjito, S.Si., M.Si. Yusuf menyampaikan bahwa pihaknya mengutamakan pembentukan iklim dan sistem yang kondusif. "Dana memiliki pengaruh tetapi tidak mutlak," katanya. Ia menyebut bahwa dana bidang kemahasiswaan FTP hanya sepertiga FPIK. Langkah yang dilakukannya adalah pengarusutamaan kegiatan ilmiah di fakultasnya. Ia memotong semua kegiatan hedonisme, mengurangi peran lembaga kedaulatan mahasiswa dan upaya tersebut pun mulai membuahkan hasil. "Kini bisa dilihat di lobby FTP, banyak mahasiswa yang berkelompok untuk mengerjakan karya ilmiah," tandasnya.

Sementara di FMIPA, Darjito lebih memberikan keseimbangan pada semua kegiatan kemahasiswaan. Ia membedakan kegiatan kemahasiswaan professional, dan yang semi professional seperti Badan Eksekutif Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Jurusan. [Denok/Humas UB] 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID