Ujian Terbuka Disertasi Dra Sulastri MPd MM

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3029

Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu pagi 16/3 menggelar ujian terbuka bagi Dra Sulastri MPd MM. Kandidat doktor dari program studi ilmu ekonomi dengan kekhususan manajemen ini membawakan disertasi berjudul "Pengaruh Intellectual Capital dan Social Capital terhadap Kompensasi Karyawan dan Kinerja Perusahaan", dengan promotor Prof. M. Syafiie Idrus MEc PhD dan kopromotor Prof. Dr. Djumilah Zain SE, dan Armanu Thoyib SE MSc PhD.
Hasil penelitian disertasi Sulastri menunjukkan, intellectual capital yang dimiliki perusahaan manufaktur yang telah go public di Bursa Efek Jakarta (BEJ) tidak memberikan kontribusi yang signifikan pada kinerja perusahaan. Temuan ini sejalan dengan rendahnya anggaran biaya R&D (reseach and development). Sebagian besar perusahaan manufaktur berada pada kelompok usaha dengan intensitas teknologi rendah. Kondisi ini menggambarkan rendahnya knowledge perusahaan yang mengindikasikan rendahnya allignment antarsumber daya perusahaan.
Demikian pula umur perusahaan, menurut Sulastri, berpengaruh negatif signifikan terhadap intellectual capital pada kondisi ekonomi normal, dan tidak signifikan pada kondisi recovery. Temuan ini mengindikasikan rendahnya perhatian pimpinan pada intellectual capital yang direfleksikan rendahnya alokasi biaya R&D. Umur perusahaan juga berpengaruh positif signifikan terhadap kenierja perusahaan pada kondisi ekonomi normal, dan tidak signifikan pada kondisi recovery. Perbedaan ini menunjukkan lingkungan ekonomi turut memberikan pengaruh pada kinerja perusahaan.
Sementara itu, intellectual capital perusahaan tidak memberikan pengaruh signifikan pada kompensasi karyawan. Temuan ini terkait dengan sistem upah, terutama untuk level pekerja atau buruh yang mengacu pada standar upah minimum yang secara teoritis tidak dapat membedakan kemampuan dan kontribusi karyawan pada perusahaan. Selanjutnya, kompensasi karyawan ternyata tidak berpengaruh pada kinerja perusahaan. Ini berarti perusahaan gagal menggunakan kompensasi sebagai instrumen untuk meningkatkan kinerja. Temuan ini juga terkait dengan sistem upah yang cenderung menggunakan time-based pay yang secara teoritis kurang dapat diandalkan untuk meningkatkan kinerja.
Kinerja perusahaan menurut hasil penelitian Sulastri ternyata tidak memberikan pengaruh signifikan pada kompensasi karyawan. Terbukti dengan rendahnya daya saing perusahaan manufaktur di pasar global, sehingga hanya berpotensi memperoleh keuntungan relatif kecil di pasar global. Di samping itu struktur upah minimum tidak memberikan peluang untuk meningkatkan kinerja dengan sumbangan dan imbalan karyawan sebagaimana disarankan sistem performance-related pay.
Social capital, yang juga disorot dalam penelitian Sulastri, ternyata berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan pada kondisi normal, dan tidak signifikan pada kondisi recovery. Temuan ini secara implisit mengisyaratkan bahwa kondisi lingkungan, utamanya lingkungan ekonomi, turut menentukan pengaruh social capital terhadap kinerja perusahaan. Di samping itu, umur perusahaan juga berpengaruh positif signifikan pada social capital. Temuan ini mengindikasikan bahwa seiring dengan berjalannya waktu perusahaan dapat meningkatkan dan memelihara networks atau jaringan kerja dengan stakeholder  atas dasar kepercayaan (trust).
Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan kemampuan intellectual capital. Dalam jangka panjang berfokus pada pengembangan produk-produk berteknologi tinggi, sedangkan dalam jangka pendek pada produk berteknologi rendah dan menengah yang memiliki tingkat pertumbuhan relatif tinggi. Ini terkait dengan permintaan dunia pada produk-produk yang padat knowledge yang tumbuh lebih cepat daripada produk-produk yang rendah intensitas knowledge-nya.
Perusahaan juga disarankan untuk meninjau kembali sistem kompensasi yang digunakan. "Sudah saatnya perusahaan tidak lagi terbelenggu pada perspektif yang menganggap kompensasi sebagai pengeluaran semata. Kompensasi harus lebih dipandang sebagai investasi pada karyawan. Dengan demikian, tujuan kompensasi dapat dicapai", tukasnya.
Sementara itu pimpinan perusahaan disarankan agar lebih berkonsentrasi pada kegiatan dan program yang dapat meningkatkan intellectual capital perusahaan. Pengaruh negatif umur perusahaan terhadap intellectual capital pada model normal peneitian ini, disertai oleh rendahnya alokasi biaya R&D perusahaan, mengindikasikan rendahnya leverage human capital dan management knowledge perusahaan.  Juga disarankan agar perusahaan memperkuat kemampuan social capital pada tataran internal dan eksternal yang dapat melindungi perusahaan pada berbagai kondisi lingkungan ekonomi.
Dalam sidang ujian yang dipimpin Prof. Dr. Djanggan Sargowo, dengan para anggota Prof. M. Syafiie Idrus MEc PhD,  Prof. Dr. Djumilah Zain SE, Armanu Thoyib SE MSc PhD, Prof. Dr. Umar Nimran MA, Dr. Ir. Solimun MS, David Kaluge SE MEc PhD, dan Prof. Dr. Syamsul Amar B MS, kandidat dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu ekonomi dengan predikat cumlaude (IPK 3,88, lama studi 3 tahun 7 bulan).
Dr. Sulastri MPd MM, lahir di Batusangkar, 11/11/1958, sarjana pendidikan ekonomi IKIP Padang, magister (S2) mana-jemen pendidikan dari IKIP Jakarta, dan magister manajemen pemasaran dari Unibraw. Saat ini, Sulastri aktif sebagai dosen pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang. [nok]