Prasetya Online

>

Berita UB

Ujian Disertasi Dra. Udiyaningsih MSi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 26 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2380

Kaitan antara etika dan keberhasilan bisnis adalah bahwa sebuah kegiatan bisnis hanya dapat lestari dan berkembang bila memperhatikan dua syarat yaitu rasa saling percaya dan perhatian kepada mereka yang berkepentingan. Di Indonesia, masih terdapat kecenderungan bahwa etika bisnis dan tanggung  jawab perusahaan pada stakeholders terlihat dari belum terpenuhinya standar-standar yang ditentukan dan masih minimnya kesadaran dari industri kecil pengolah makanan terhadap persyaratan higinis dan sanitasi. Ini berakibat pada tingginya tingkat kasus keracunan makanan yang terjadi. Demikian ungkap Dra. Udiyaningsih, M.Si pada ujian disertasi berjudul "Etika bisnis, intensitas perilaku etis manajer dan tanggung jawab perusahaan pada stake holders serta pengaruhnya terhadap kinerja bisnis (Studi pada industri makanan kecil di Jawa Timur)", yang dipresentasikannya pada Sabtu, 26 Februari 2005 di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang.
Menurut Udiyaningsih, filosofi moral personal, etika organisasi dan persepsi moral berpengaruh terhadap intensitas etika seseorang. Iklim bisnis dewasa ini menuntut para pelaku bisnis untuk mampu mengelola bisnisnya dalam relasi sosial yang tanggap terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat. Ada kesadaran yang semakin kental bahwa kalau mau berhasil dalam bisnis maka orang bisnis harus tanggap terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat termasuk didalamnya harapan agar bisnis dijalankan secara baik dan harus memperhatikan kepentingan masyarakat. Penelitian dilakukan terhadap 200 industri kecil makanan di empat kabupaten dan empat kota yaitu kabupaten Blitar dan kota Blitar, Kabupaten Mojokerto dan kota Mojokerto, kabupaten Malang dan kota Malang, kabupaten Sidoarjo dan kota Surabaya.
Diantara hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa semakin tinggi etika bisnis manajer maka akan semakin tinggi pula intensitas perilaku etis manajernya. Selanjutnya bahwa intensitas perilaku etis yang tinggi dari manajer industri kecil makanan ternyata berpengaruh positif terhadap tanggung jawab perusahaan pada stakeholders, dalam artian, semakin tinggi intensitas perilaku etis manajer maka akan semakin tinggi pula tanggung jawab perusahaan tersebut pada pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan.  Namun, dalam hal kinerja bisnis, meskipun seorang manajer memahami dengan benar nilai-nilai etika bisnis, hal ini tidak otomatis dapat meningkatkan kinerja bisnisnya sebelum apa yang dipahami tersebut diaplikasikan dalam kegiatan bisnisnya. Berarti, apa yang diketahui dan dipahami oleh responden, tidak selalu diterapkan dalam perilakunya sehari-hari.
Lebih lanjut dikatakan oleh Udiyaningsih bahwa masyarakat harus ikut berperan dengan cara melakukan penekanan kepada pelaku bisnis yang nyata-nyata diketahui berbisnis dengan cara yang tidak etis. Misalnya, pelaku bisnis yang merusak lingkungan melakukan iklan menipu dan sebagainya. Pemerintah menurut Udiyaningsih, harus lebih berperan dalam melakukan kontrol agar makanan yang beredar terjamin keamanannya. Untuk itu perlu ditegakkannya sikap law enforcement pada pelaku bisnis yang berlaku tidak etis mengingat ada keterkaitan antara etika bisnis dan etika politik. Bahwa etika bisnis banyak bergantung pada kuatnya etika politik, bilamana etika politik lemah, maka akan berimbas pada lemahnya etika bisnis.
Ujian disertasi Udiyaningsih dipromotori oleh Prof. Dr. M. Syafi'ie Idrus, SE., M.Ec, ko-promotor Prof. Dr. Djumilah Zain, SE., dan Prof. Drs. Achmad Fauzi Dh., MA. Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Eka Afnan Troena, SE., Prof. Dr. M. Irfan Islamy, MPA., Dr. Armanu Thoyib, SE., M.Sc dan penguji dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Prof. Dr. James J. Spillane, S.J. Dalam ujian ini Udiyaningsih lulus dengan predikat sangat memuaskan. [nik]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID