Prasetya Online

>

Berita UB

Ujian Akhir Disertasi Asmika, Dra, SKM, M.Kes

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 14 Maret 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 651

Asmika, Dra, SKM, M.kes
Asmika, Dra, SKM, M.kes
Salah satu subunit penyusun reseptor GABAA adalah GABRB3 yang menjadi kandidat gen terkuat pada autisme ASD. Autisme adalah suatu kondisi neuropsikiatri yang dicirikan oleh defisit dalam interaksi sosial dan bahasa, pola perilaku repetitif atau stereotip yang bervariasi pada setiap anak. Sampai saat ini penyebab Autisme belum diketahui dengan pasti, namun diduga multi faktorial yang saling berkaitan. Faktor terbesar penyebab Autisme adalah faktor lingkungan dan genetik.

Mutasi allel pada GABRB3 ditemukan  dengan metode berbasis SNP. Mutasi ini menyebabkan kelainan atau perubahan salah 1 subunit reseptor GABAA menimbulkan defek fungsional GABRB3. Keadaan ini sebagai pemicu terjadinya hipersensitifitas pada anak ASD, sehingga rangsangan atau sinyal dari luar tidak alami hambatan akibat terganggunya perkembangan saraf pada anak.

Sampai saat ini belum ada penelitian yang menilai hubungan polimorfisme gen  as GABRB3 dengan perubahan sensitivitas taktil pada anak Autisme. Oleh karena itu, promo vendus berkeinginan untuk menganalisis kaitan Single Nucleotida Polimorfisme (SNP) GABRB3 dan kadar GABA berdasarkan Cut Off Point (COP) dengan sensitifitas taktil, pada anak Autisme di Indonesia. Hal tersebut melatarbelakangi ujian akhir disertasi Asmika, Dra, SKM, M.kes yang berjudul "Analisis Kadar GABA Serum Dan Variasi Single Nucleotide Polymorfisme (SNP) GAB-RB3 Pada Anak Autism Dengan Gangguan Sensorik Taktil Sentuhan Dan Nyeri". Ujian akhir disertasi ini digelar pada Selasa (12/03/2019), di Ruang Auditorium Lantai 6 Gedung A Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Dalam penelitiannya, sampel yang digunakan Asmika meliputi anak berusia 6-13 tahun dengan rancang autisme kontrol.

Hasil penelitian membuktikan SNP rs11636966 alel CC & CT dan rs 80232959 alel AA & AC tidak berbeda antara kelompok Autisme dan Tidak Autisme. Variabel sensoris taktil dengan kuesioner Short Sensory Profile 321 (81,57%) item memiliki perbedan bermakna p < 0.05; hanya 7 item (18.43 %) yang tak berbeda.

Pemeriksaan Kadar GABA serum menghasilkan Cut Off Point (COP) sebesar 0,409 µmol/L. Ternyata untuk Autisme nilai kadar GABA diatas COP sebaliknya kelompok Tidak Autisme 100 persen kadar GABA nya dibawa COP. SNP yang ditemukan tidak berhubungan dengan kadar GABA serum antara 2 kelompok yang diperiksa. Taktil pada 2 kelompok yang diperiksa hasil berbeda sesuai dengan kadar GABA serum.

Dewan penguji dan promotor yang terlibat dalam ujian disertasi ini adalah Prof. Dr. dr. Kusworini, M.Ks., SpPK (Promotor), dr. Hidayat Sujuti M.sc, Ph.D SpM (Ko-Promotor), Dr. dr. Sri Andarini M.S (Ko-Promotor), dan tim penguji Prof.Dr.dr.Mulyohadi Ali, Prof. Dr. Sanarto Santoso, DTMH SpMK(K), Prof. Kuntoro dr., M.P.H., D.P.H.

Melalui disertasi tersebut, Asmika, Dra, SKM, M. Kes dapat meraih gelar doktor ilmu kedokteran dengan predikat A sangat memuaskan dan menempuh pendidikan selama 6 tahun 8 bulan. (Vika/Kirana/Humas UB)

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID