Prasetya Online

>

Berita UB

UB dan BNN Sosialisasikan Gerakan Pencegahan Narkoba

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 11 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 481

Dari Kiri Ke Kanan WR IV Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., Kepala BNN Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko,S.H, Rektor UB Prof Bisri, dan Dekan FIA UB Prof Dr Bambang Supriyono MS
Dari Kiri Ke Kanan WR IV Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., Kepala BNN Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko,S.H, Rektor UB Prof Bisri, dan Dekan FIA UB Prof Dr Bambang Supriyono MS
Remaja dan generasi muda merupakan sasaran utama dalam penyebaran narkoba. Kampus atau perguruan tinggi yang menjadi tempat dicetaknya Sumber Daya Manusia diharapkan bisa menjadi media untuk mencegah masuknya narkoba.

Salah satu upaya UB dalam mencegah dan mensosialisasikan narkoba antaralain dengan mengadakan tes urin bagi para dekan, presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) dan Presiden BEM.

“Kami sebenarnya ingin melakukan tes urin kepada semua mahasiswa terutama Maba namun karena terkendala biaya maka program tersebut masih kami tunda,”kata Rektor UB Prof Bisri.

Rektor juga berharap UB bisa menciptakan alat pendeteksi zat psikotropika yang terkandung dalam tubuh. Harapan ini muncul setelah Laboratorium Biosains UB berhasil menciptakan alat pendeteksi dini diabetes.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko,S.H. menambahkan bahwa kampus bisa menjadi tempat munculnya penggiat anti narkoba. Selain itu, kampus juga bisa memasukkan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahangunaan Perdagangan Gelap Narkotika (P4GN) dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“BNN sudah mensosialisasikan gerakan anti narkoba melalui iklan layanan masyarakat dan himbauan pada generasi muda melalui bioskop 21. Himbauan tersebut muncul sebelum film diputar,”katanya.

Sementara itu, menurut mantan pecandu Dony Andreas lingkungan merupakan faktor terbesar seseorang menjadi pecandu Narkoba. Keinginan untuk mencoba coba karena pengaruh orang disekitar merupakan faktor terparah seseorang beralih ke narkoba.

Dony yang sudah 25 tahun bergelut dengan dunia Narkoba, mengungkapkan mencoba narkoba seperti terhisap ke dalam lautan pasir yang sulit untuk keluar.

"Sehingga saran saya jauhi narkoba dan jangan berani untuk coba coba,"katanya.

Dony menambahkan bahwa keluarga bisa menjadi upaya pencegahan terhadap narkoba.  Oleh karena itu jika seseorang mempunyai permasalahan maka keluarga bisa menjadi solusi untuk berbagi.

“Keluarga yang harmonis menjadi salah satu upaya pencegahan narkoba,”katanya.

Selain Kuliah Umum bersama Kepala BNN, kegiatan tersebut juga diisi dengan penandatanganan kerjasama antara UB dan BNN. Penadatanganan nota kesepahaman meliputi beberapa hal, yaitu penyebaran informasi tentang P4GN dan meningkatkan peran serta para akademisi UB sebagai relawan dan penggiat anti narkoba.

Selain itu BNN dan UB juga sepakat bekerjasama dalam bidang penelitian dan pengkajian P4GN untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi, kebijakan publik, kerja sama background study rencana strategis (Renstra) BNN 2020-2024, serta penyusunan background study rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) bidang penanganan narkoba 2020-2024.

Dalam penandatanganan kerjasama, pihak BNN diwakili Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko,S.H..

Sedangkan perwakilan pihak UB yaitu Rektor Prof. Bisri, Ketua Pusat Kajian Kinerja dan Strategik Sektor Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Romy Hermawan (untuk study rencana strategis BNN 2020-2024) serta Ketua Research Center for Conflict and Policy, Fakultas Ilmu Administrasi, Abdullah Said (untuk studi rencana pembangunan jangka menengah nasional bidang penanganan narkoba 2020-2024). [Oky Dian/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID