Prasetya Online

>

Berita UB

UB Sumbang Enam Medali di PDIC 2017

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 10 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 407

Kontingen Universitas Brawijaya menyumbang Enam medali yang terdiri dari dua emas, dua perak, dan dua perunggu dalam Perisai Diri International Championship (PDIC) 2017 yang diadakan di Gedung Samantha Krida (27/10-01/11/2017).

Dewani Indah T (FEB UB 2016) meraih medali emas pada cabang nomer beregu fight IPSI Putri dan mendapat medali perak pada fight IPSI kelas B Putri.

Yuda Agung P (FTP 2013) dan Viyan Fitra N. (FP 2014) meraih medali perak pada kategori berpasangan senjata putra.

Nur Abdillah Khamida (FIB 2015), Putri Sri Utami (FP 2015), Aggraeni Ayu (FMIPA 2012) meraih emas untuk cabang beregu senjata wajib putri dan meraih perunggu pada kategori beregu teknik asli garuda putri.

Sementara Yunasman Salam (FIB 2011), Dzikri Bela W. (FPIK 2015), Fahmi Amrullah (FP 2014) meraih medali perunggu pada cabang beregu kombinasi senjata putra.

Perolehan tersebut menempatkan Kontingen Jawa Timur di urutan kedua mengalahkan Jawa Barat dan Kalimantan Timur. Sedangkan pada posisi pertama diraih oleh Provinsi Bali.

PDIC 2017 diikuti 436 peserta dari Australia, Timor Leste, dan Indonesia sendiri. Dalam kompetisi tersebut Indonesia mengirimkan kontingen dari 18 provinsi.

Cabang lomba yang digelar pada PDIC 2017, antara lain pertandingan bebas serang hindar dan kerapian tangan kosong dan senjata.

"Beberapa cabang yang dipertandingkan di PDIC merupakan nomer-nomer di Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) karena sekaligus untuk mempersiapkan atlet pada Pekan Olahraga Nasional tahun mendatang," kata Ketua Pelaksana PDIC Rifqi Anshari.

PDIC merupakan kompetisi tertinggi dalam perisai diri. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perisai Diri UB. Perisai Diri merupakan cabang olahraga bela diri asli Indonesia yang berdiri sejak tahun 1955. Olahraga tersebut lambat laun menyebar hingga ke beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan negara-negara di ASEAN melalui upaya pendekar-pendekarnya. [Oky Dian/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID