Prasetya Online

>

Berita UB

UB Sambut Kepulangan Tim Tanggap Bencana FKUB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh zenefale pada 22 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 169

Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS menyambut kedatangan 18 relawan yang tergabung dalam tim medis tanggap bencana milik Fakultas Kedokteran UB bersama dengan tim dari Rumah Sakit dr. Saiful Anwar (RSSA) setelah menjalankan tugas untuk membantu korban bencana tsunami serta gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (19/10). Kembalinya tim gabungan dari Rumah Sakit dr. Saiful Anwar (RSSA) dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) menyimpan banyak sekali pengalaman ketika diterjunkan di berbagai wilayah yang terkena gempa. dr. Saifullah Asmiragani, Sp OT selaku koordinator tim relawan tanggap bencana mengungkapkan bagaimana perjalanan mereka bertugas sejak 9 Oktober lalu. "Kami telah melayani sebanyak 116 pasien dengan rincian 83 rawat kotor dan sisanya inap. Kami bersama relawan yang lain banyak membantu di Rumah Sakit Budi Agung, terutama perawatan, logistik serta obat-obatan," jelasnya.

Ia mengingkapkan jika permasalahan di Palu sangatlah kompleks, tidak hanya minimnya fasilitas umum dan bantuan yang terbatas, namun juga kondisi psikologi masyarakat yang masih mengalami trauma. Hal ini ditunjukkan sebagian besar pasien memilih untuk dirawat di luar daripada di dalam rumah sakit. Para korban masih khawatir akan bencana gempa yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi. Walaupun begitu tim medis terus melakukan mediasi dengan para korban agar mereka mendapatkan pelayanan secara optimal. "Kondisi di lapangan memang cukup kompleks, namun tim medis RSSA Malang dan FK UB tidak sendirian menjalankan tugasnya. Kami juga bekerjasama dengan Organisasi Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi untuk lebih efisien dalam membantu pasien atau para korban. Selain itu, kami juga menyempatkan berkolaborasi dengan tim ahli bedah tulang belakang, khususnya ketika sedang melakukan operasi terhadap pasien," tambahnya.

Sebagai salah satu perguruan tinggi yang memilik tim tanggap bencana, Rektor UB sangat mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan FK UB dalam menghadapi bencana di Sulawesi Tengah. Ia menanggapi bahwa ada perhatian khusus dari para dokter konsultan yang terdiri dari dokter spesialis dan tim medis yang telah berpengalaman sehingga mereka berinisiatif untuk memberangkatkan diri. "Bentuk kerjasama FKUB dengan RSSA dalam melakukan inisiasi tanggap bencana saya harap dapat terus dijalankan. Harapan kami, UB dapat berintegrasi dengan berbagai macam pihak yang terkait, mulai lintas fakultas maupun dari para alumni," pungkas Rektor. [afwega/indra]

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID