Prasetya Online

>

Berita UB

UB Kukuhkan Dua Guru Besar Hari Ini

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 13 October 2011 | Komentar : 0 | Dilihat : 8304

Prof. Ir. Lita Soetopo, Ph. D.
Prof. Ir. Lita Soetopo, Ph. D.
Universitas Brawijaya (UB) hari ini, Kamis (13/10) mengukuhkan dua Guru Besar dalam Rapat Terbuka yang berlangsung di Gedung Widyaloka. Mereka adalah Prof. Ir. Lita Soetopo, Ph. D. yang dikukuhkan sebagai Guru Besar ke 205 untuk Universitas Brawijaya  dalam bidang Ilmu Teknologi Benih dan Prof. Dr. Ir. Endang Yuli Herawati, MS sebagai Guru Besar ke 206 dalam Ilmu Planktonologi. Prof. Lita Soetopo yang dikukuhkan pertama menyampaikan pidatonya yang berjudul "Revitalisasi Industri Benih Unggul Bermutu Tanaman Hortikultura Yang Berdaya Saing,". Ia menyoroti masalah perkembangan industri benih hortikulktura terutama florikultura di Indonesia masih belum tertangani secara baik. Hal in disebabkan karena kelompok komoditas hortikultura belum mendapatkan prioritas yang cukup.

Sehingga pengadaan varietas dan benihnya pun masih lebih mengandalkan varietas dan benih introduksi yang hanya melalui proses adaptasi dan seleksi kemudian dilepas sebagai varietas baru. "Padahal banyak sekali jenis tanaman holtikultura dan variates unggul lokal yang belum mendapat perhatian, tidak ada kegiatan serius yang berkelanjutan untuk menggali potensi plasma nutfah jenis tanaman hortikultura lokal," ungkapnya.

Ia mencontohkan peluang industri pembenihan anggrek di pulau Madura sangat berpeluang untuk usaha budidaya dan pembenihan anggrek, khusunya anggrek dendrobium. Selain cara budidayanya realtif mudah anggrek dendrobium  merupakan anggrek endemik Indonesia sehingga jenis dan ragamnya sangat banyak.

Di akhir pemaparannya, Prof. Lita memberikan saran untuk melakukan revitalisasi industri benih hortikultura dengan cara menyederhanakan alur rantai pasok. Dimana pihak pemulia hanya berfokus konsumen, pihak penangkar benih berfokus pada penyediaan benih tanaman unggul bermutu, pihak pemasar produk (pemerintah/swasta) bertugas memasarkan produk. "Sehingga apabila alur ini dijalankan dengan baik, pemulia atau penangkar benih tidak perlu lagi direpotkan dengan urusan harus bagaimana dan kemana menjual produknya," pungkasnya.

Prof. Dr. Ir. Endang Yuli Herawati, MS
Prof. Dr. Ir. Endang Yuli Herawati, MS
Sedangkan Guru Besar kedua, Prof. Endang Yuli menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul "Peran Phytoplankton Sebagai Deposit Penyangga Perubahan Iklim Global." Ia memaparkan tentang perubahan iklim global yang saat ini memberikan dampak nyata terhadap kehidupan manusia. Terutama pada kehidupan di laut. Hal ini mempengaruhi secara langsung pada perilaku tumbuhan, kemampuan reproduksi, kematian ikan dan produktivitas serta mengubah ekosistem perairan sebagai tempat hidup organisme perairan.

Saat ini telah banyak dilakukan usaha untuk memperlambat dampak perubahan iklim global salah satunya adalah rehabilitasi hutan, namun perlu usaha lain yang lebih efektif. Diantaranya dengan menggunakan phytoplankton. Phytoplankton mempunyai jasa yang sangat besar bagi kelangsungan makhluk hidup terutama manusia. Salah satu jasa phytoplankton adalah mengambil karbondioksida (CO2 ) dari air dan menggantinya dengan oksigen (O2)  yang diperlukan makhluk lain.

Contohnya phytoplankton jenis zooxanthellae melakukan simbiosis dengan binatang karang dan mampu menyerap CO2 menjadi karbonat yang selanjutnya tersimpan dalam bentuk kerangka kapur.

 "Phytoplankton juga mempunyai peranan yang sangat besar dalam piramida makanan. Apabila terjadi penurunan jumlah plankton khususnya phytoplaknton, mungkin tidak akan ada cukup oksigen untuk pernafasan terutama malam hari," ungkapnya.

 "Jika kita bisa kendalikan sejumlah besar phytoplankton yang sudah menyerap CO2, kita bisa mengirimnya ke dasar laut sebagai deposit karbon. Saat ini para ahli sedang mengembangkan cara untuk menjebak CO2 melalui phytoplankton dan menyimpannya di dasar laut. Mudah-mudahan usaha in berhasil dan bisa memperlambat dampak negatif dari perubahan iklim global. [arr]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID