Prasetya Online

>

Berita UB

UB Kolaborasi dengan Kabupaten Dompu Petakan Kasus Rabies

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 25 April 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 254

Identifikasi Kasus Rabies di Kabupaten Dompu
Identifikasi Kasus Rabies di Kabupaten Dompu
Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat sebelumnya merupakan kabupaten yang bebas kasus rabies. Namun sejak bulan Januari 2019, status ini menjadi daerah terinfeksi dan ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Total kasus gigitan rabies pada manusia hingga bulan April 2019 adalah 936 orang dan 6 diantaranya dinyatakan positif (lyssa virus).

Menindaklanjuti hal ini maka pemerintah daerah setempat telah melakukan program vaksinasi pada anjing dan kontrol populasi melalui program eliminasi pada anjing yang tidak berpemilik. Status KLB di Kabupaten Dompu memerlukan respon cepat dari berbagai sektor untuk dapat bersama-sama melakukan upaya pengendalian rabies.

Membantu mengatasi hal ini, Universitas Brawijaya mengirimkan tim perwakilan dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan. Tim UB berkolaborasi dengan perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, One Health Collaborating Center Universitas Udayana, Universitas Mataram dan Universitas Nusa Tenggara Barat, pada Kamis hingga Sabtu (4-6/4/2019).

Observasi diawali dengan pemetaan dan identifikasi program jangka pendek, menengah dan jangka panjang terhadap kasus rabies yang terjadi di Kabupaten Dompu. Koordinasi kali ini membahas mengenai kekuatan dan dukungan yang mungkin dapat diberikan oleh pihak dari akademisi. Dilanjutkan audiensi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Nusa Tenggara Barat, Bupati dan seluruh SKPD di Kabupaten Dompu. Dan dilanjutkan dengan membuat rancangan kajian ilmiah penanggulangan rabies dompu berbasis pendekatan one health sebagai program pemerintah daerah bersama masyarakat.

Program pengendalian rabies dipengaruhi oleh faktor sosial budaya. Sehingga program pengendalian disatu wilayah dengan wilayah lain berbeda-beda. Di Kabupaten Dompu, tidak banyak masyarakat yang memelihara anjing, namun anjing merupakan penjaga kebun jagung dari serangan hama. Sehingga populasi anjing liar lebih banyak dibandingkan dengan anjing peliharaan. Secara geografis, Kabupaten Dompu mempunyai medan yang cukup berat dalam program pengendalia rabies dengan vaksinasi maupun eliminasi. Melalui kegiatan ini diharapkan UB dapat terlibat langsung dalam  implementasi pendekatan one health dalam program pengendalian penyakit zoonosa. [fkh/vicky]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID