Prasetya Online

>

Berita UB

UB Kembali Cetak Rekor MURI

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 18 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 458

Peserta melukis di tas kanvas
Peserta melukis di tas kanvas
Universitas Brawijaya (UB) mencetak rekor Lukis Tas Dengan Peserta Terbanyak, yaitu 1.437 orang. Rekor ini dicatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Dies Natalis UB ke-55 ini digelar di GOR Pertamina, Sabtu (18/12/2017). Peserta terdiri dari mahasiswa seluruh fakultas, dosen, dan masyarakat umum.

Ketua Pelaksana Pemecahan Rekor Muri Lukis Tas Fatmawati, M.Sn menyampaikan, masing-masing peserta diberi tas model totebag berbahan kanvas dengan ukuran 32 x 36 cm, dengan berbagai pola. Selanjutnya para peserta diberi kebebasan melukis pada dua sisi tas tersebut dengan cat.

"Bahan kanvas dipakai untuk tas ini karena ramah lingkungan, mengurangi penggunaan plastik, dan modelnya yang fashionable. Sesuai dengan tema Keberagaman Nusantara, melalui kegiatan ini peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda dapat melebur menjadi satu menciptakan kreativitas," papar Fatmawati.

Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu cara branding UB di level dunia. "Dengan tercatatnya di rekor MURI, reputasi akademik semakin meningkat, dan UB akan semakin dikenal." ucapnya.

Peserta Lukis Tas memamerkan hasil lukisan mereka
Peserta Lukis Tas memamerkan hasil lukisan mereka
Sementara itu Wakil Direktur MURI Osmar Semesta Susilo mengatakan, kegiatan ini merupakan rekor ke 8.223 yang telah dicatat MURI. "Awalnya UB mengusulkan peserta sebanyak 1000 orang, namun karena antusiasme mahasiswa, dosen, dan masyarakat, jumlah peserta melebihi ekspektasi, sampai 1.437 orang," ujarnya.

Menurutnya, pencatatan rekor MURI berdasarkan tiga indikator, yaitu Pertama, Paling, serta Unik dan Langka. "Semoga pencatatan rekor baru ini dapat memotivasi institusi dan mahasiswa sebagai bagian dari suatu yang historical," harap Osmar.

Mahasiswa Difabel dan Mahasiswa Asing ikut Ramaikan Acara

Terdapat beberapa mahasiswa difabel UB tertarik mengikuti kegiatan ini. Salah satunya Ahmad Samsul Solihin. Ia mengaku ingin menggambar wajah pacar di tasnya. "Sudah Sembilan bulan saya tidak bertemu dengan pacar saya. Jika nanti pulang ini akan saya berikan hadiah sebagai oleh-oleh," kata mahasiswa tuna rungu ini.

Ia baru pertama kali berpartisipasi dalam acara pemecahan rekor MURI dan mengaku sangat antusias. Menurutnya acara ini sebagai ajang untuk mengeksplorasi ide dan bakat mahasiswa di bidang seni rupa. Lain halnya dengan Samsul, mahasiswa tuna netra Agung Pamuji ingin menggambar wajah pahlawan Untung Suropati. Baginya, Untung Suropati adalah pahlawan yang dikaguminya.

Tidak hanya diikuti mahasiswa difabel, pemecahan rekor MURI juga diikuti 11 mahasiswa asing Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA). Mohammed Bosha dari Sudan mengaku terkejut ketika halaman yang harus diwarnainya adalah semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. "Karena saya tahu ini adalah Bhinneka Tunggal Ika, maka saya akan mewarnai seperti warna bendera Indonesia merah putih. Di sisi yang lain akan saya lukis bunga, karena saya suka pemandangan alam," paparnya.

Sementara itu mahasiswa BIPA asal India Tanya Patel mengatakan, keikutsertaannya dalam kegiatan ini karena ketertarikannya pada seni menggambar. "Saya ingin membuat lukisan modern art di tas ini," pungkasnya. [Irene/Oky/Humas UB]

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID