Prasetya Online

>

Berita UB

UB Jadi Tuan Rumah Konferensi Nasional Atsiri 2017

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh zenefale pada 11 October 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 250

Peserta Konferensi Nasional Atsiri 2017
Peserta Konferensi Nasional Atsiri 2017
Institut Atsiri Universitas Brawijaya berkesempatan menjadi tuan rumah dalam acara Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2017 yang digelar di Hotel Atria, Senin (9/10/2017). Konferensi Nasional Minyak Atsiri (KNMA) merupakan agenda tahunan Dewan Atsiri Indonesia yang menjadi sebuah ajang berkumpulnya para pemerhati dan penggiat Atsiri.

Sejak penyelenggaraannya pada 2008, tema yang menjadi perhatian senantiasa mengusung topik permasalahan di kalangan atsiri Indonesia. Pada tahun 2017 ini KNMA mengangkat tema mengenai "Pengembangan Produk Atsiri Tersertifikasi Menuju Green Environment untuk Menghadapi Pasar Global".

Kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari pebisnis maupun pemerhati atsiri, namun jajaran pemerintah seperti Direktorat Jendral Perkebunan Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Deputi Bidang Koordinsai Pangan, Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia hingga perwakilan dari sivitas akademika UB juga ikut turut berpartisipasi.

"Konferensi ini merupakan wadah untuk mempertemukan petani dengan pengusaha, pemilik modal hingga exportir. Tidak lupa sinergitas dengan pemerintah daerah juga sangat dibutuhkan demi mewujudkan pengembangan dan manfaat atsiri kepada masyarakat luas," ujar Dr Elvina Dhiaul Iftitah MSi, selaku ketua pelaksana KNMA.

Dr Elvina melanjutkan, melalui sertifikasi, diharapkan nantinya dapat memberikan perlindungan bagi produk hilir berbasis atsiri organik. Sertifikasi memiliki peran penting untuk meningkatkan value, daya saing, ketahanan produk nasional hingga kepercayaan konsumen di pasar domestik maupun internasional.

" Wilayah yang hanya memiliki petani tanaman atsiri justru paling dominan menjadi pilihan lokasi untuk kegiatan konferensi. Kami juga mengelola tanaman atsiri di beberapa daerah seperti Blitar dan Trenggalek," tambahnya.   

Produk atsiri sendiri saat ini perlahan mulai mengalami masa perkembangan, dimana terjadi perubahan pola masyarakat dunia yang sangat memperdulikan penggunaan bahan organik/alami. Indonesia kini sedang besaing untuk menjawab pasar domestik yang masih terhitung rendah. Walaupun begitu, kebutuhan dalam negeri masih belum bisa terpenuhi. [indra/humas UB]

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID