Prasetya Online

>

Berita UB

UB Jadi Pusat Pengembangan Wirausaha

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh Oky_dian pada 21 Juni 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 374

Wakil Direktur II BIW Dr. Wahdiyat Moko, SE.,MM, CFP Sedang Menunjukkan Salah Satu Produk Tenat yang Dipamerkan di Co-working Space BIW
Wakil Direktur II BIW Dr. Wahdiyat Moko, SE.,MM, CFP Sedang Menunjukkan Salah Satu Produk Tenat yang Dipamerkan di Co-working Space BIW
Universitas Brawijaya (UB) menjadi salah satu pusat pengembangan wirausaha di Indonesia yang akan difokuskan untuk mencetak para pengusaha baru.

Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut, UB bersama 4 universitas di Eropa dan 6 Universitas Indonesia mendorong munculnya wirausaha muda melalui "Partnership Growing Indonesia - A Triangular  Approach" (GITA Project).

Wakil Direktur I Badan Inkubator Wirausaha (BIW) Dr. Setyono Yudo Tyasmoro, MS mengatakan dengan bergabungnya UB di GITA Project banyak manfaat yang didapat, antara lain meningkatkan jaringan internasional sehingga diharapkan bisa menaikkan peringkat UB, meningkatkan pengelolaan inkubator wirausaha melalui workshop-workshop yang diselenggarakan baik di Indonesia maupun di Eropa, dan berguna untuk pengembangan tebant dalam bidang IT.

"Melalui program GITA Project, perguruan tinggi yang bergabung mendapatkan bantuan pendanaan masing-masing Rp 650 juta dari Erasmus Huis yang bisa digunakan untuk merevitalisasi peralatan kantor seperti Smartboard, video conferencing, large display Signage Digital, laptop, Samsung Galaxy tab, dan lain-lainyang sangat berguna untuk alat melatih wirausaha2 baru. Alat-alat tersebut akan kami gunakan untuk pelatihan maupun pemasaran produk-produk tenant,"katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur II BIW Dr. Wahdiyat Moko, SE.,MM, CFP mengatakan kedepan BIW akan menjadi market place seperti lazada dan bukalapak yang akan menjual produk-produk binaan BIW secara online.

Saat ini, BIW sendiri sudah mempunyai 90 tenat yang sedang dibina. Dari 90 tenant tersebut, lima tenat berkantor di BIW UB.

Bagi para tenant yang berkantor di BIW UB ini, juga terdapat co working space yang meliput beberapa fasilitas seperti, ruang kerja/kantor, ruang rapat, cafe dan tempat display produk. 

"Selain itu, para tenant tersebut juga mendapat pendampingan dari lima staff BIW,"kata Yudo.

Limaa tenat yang sudah berkantor di BIW, yaitu sambel leo, keju mozzarela sizzu, phi.co menjual buah ciplukan dan makanan berbasis ciplukan, loakin go, dan PPCM ELBIMON alat penghemat listrik dengan sistem android. 

Kelima tenant ini mendapat pendanaan hibah PPBT Kemenristekditi sebesar Rp 2 milyar pada tahun 2019.

UB bersama perguruan tinggi lain membuat proyek kerja sama yang disebut Growing Indonesia a Triangular Approach atau proyek GITA. Pendekatan yang digunakan oleh GITA proyek mencakup pengembangan hubungan kerja sama yang efektif antara perguruan tinggi dan perusahaan, menanamkan jiwa kewirausahaan pada seluruh pemangku kepentingan di universitas, serta membangun perusahaan baru dari ide-ide dan inovasi yang berkontribusi pada ekonomi lokal maupun daerah.

Perguruan tinggi yang tergabung dalam GITA Proyek akan menjadi Growth hub, yakni sebagai tempat bagi akademisi, mahasiswa, alumni, startup, dan perusahaan-perusahaan untuk berkumpul, berbagi ide, dan berkolaborasi. Selain itu, proyek GITA juga akan melibatkan kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang akan berbagi pengalaman tentang kewirausahaan.[Oky Dian/Humas UB] 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID