Prasetya Online

>

Berita UB

UB Inisiasi Kerjasama Walikota Malang dan Walikota Hebron Palestina

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 07 Januari 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 320

Mr. Tasyir M.M. Taha menandatangani kesepakatan kerjasama di Balai Kota Malang
Mr. Tasyir M.M. Taha menandatangani kesepakatan kerjasama di Balai Kota Malang
Walikota Malang Drs. H. Sutiaji dan Walikota Hebron Mr. Tasyir M.M. Taha menandatangani kesepakatan kerjasama di Balai Kota Malang, Senin (7/1/2019). Penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun, dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Brawijaya (UB) Dr. Ir. Moch Sasmito Djati, MS beserta jajarannya.

Sutiaji menyampaikan, dari kunjungan ini diharapkan ada sesuatu dari Kota Malang yang dapat ditularkan ke Palestina, demikian juga Kota Malang bisa mengambil sesuatu dari Palestina untuk dapat disandingkan di kota ini.

"Pertama dari segi pendidikan, seperti yang kami tahu, bangsa Palestina memiliki rasa juang yang tinggi terhadap harkat dan martabat bangsa. Hal ini patut dicontoh untuk pembangunan karakter anak bangsa sehingga dapat menguatkan etos pendidikan bangsa kami," kata Sutiaji.

Selain itu, Indonesia memiliki sumber alam yang dapat dimanfaatkan untuk pariwisata yang akan terus menerus dibangun untuk dapat dipasarkan kepada masyarakat Palestina. Juga masalah kesehatan dan IT yang akan disandingkan bersama-sama.

"Karena kita sudah masuk dalam era industri 4.0 yang mau tidak mau harus kita ikuti, namun di sisi lain kita juga harus punya pondasi karakter anak bangsa yang memiliki harkat dan martabat yang kuat. Untuk itu kita perlu mencontoh semangat juang warga Palestina," ujarnya.

Sementara itu Walikota Hebron menyampaikan, kedatangannya ke Malang adalah untuk mencari kesepakatan dalam mengatasi permasalahan di Palestina. "Masalah Palestina adalah masalah kita bersama. Sesama Muslim adalah bangunan kokoh yang tidak bisa terpisahkan. Bantuan setiap umat Muslim dari seluruh dunia sangat kami harapkan," katanya.

Ia juga menyampaikan, dari sisi Ekonomi, Hebron sendiri meruoakan kota tua dan sedang diajukan ke UNESCO sebagai kota warisan dunia. "Di Hebron terdapat makam Ibrohim dan istrinya serta keluarganya. Kami berharap dengan adanya pengakuan internasional akan menjadikan Palestina semakin kuat. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi orang dari seluruh dunia untuk mengunjungi kota itu, sehingga dapat mengetahui warisan dunia dan warisa agama Islam itu sendiri," jelasnya.

Sama halnya dengan Walikota Hebron, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada walikota Malang dan seluruh bangsa Indonesia yang telah benar-benar memberikan sepenuh hatinya kepada Palestina dan memperhatikan masalah yang ada di Palestina.

"Palestina sangat membutuhkan bantuan dari indonesia utk mendukung langkah-langkah yang dilakukan untuk merebut kembali kemerdekaannya. Semoga Allah terus melindungi kita dan memberikan keberkahan dari setiap hubungan dan kerjasama Indonesia-Palestina," tandasnya.

Di akhir acara, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Brawijaya (UB) Dr. Ir. Moch Sasmito Djati, MS menuturkan, beberapa waktu yang lalu UB mengunjungi Hebron untuk menginisiasi kerjasama pendidikan yaitu memberikan beasiswa untuk warga Palestina.

"Namun Walikota Hebron menginginkan kerjasama dengan Indonesia tidak hanya hubungan beasiswa saja. Maka kami hubungkan dengan Walikota Malang. Untuk itu saat ini UB dan Walikota Malang bersinergi saling membantu dalam kerjasama di bidang pendidikan. Saat ini sudah deal dengan rektor dan Embassy Palestina setiap tahunnya kami akan menerima 5 orang untuk S1 dan 5 orang lagi untuk pascasarjana," pungkasnya. [Irene] 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID