UB Gandeng Pimred Media Kenalkan Rektor Baru

Dikirim oleh oky_dian pada 12 Juli 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 244

REktor UB Berfoto Bersama Dengan Awak Media
REktor UB Berfoto Bersama Dengan Awak Media
Universitas Brawijaya (UB) mengadakan temu Pimpinan Redaksi (Pimred) media Nasional dan Lokal guna memperkenalkan Rektor baru Periode 2018-2022, Selasa (10/7/2018). Bertempat di UB Guest House, acara tersebut dihadiri Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, MS., beserta jajarannya, dan tim dari Pimpinan Redaksi beserta perwakilan dari seluruh media Nasional dan lokal.

"Kami ingin menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik dengan para media baik cetak maupun elektronik sehingga Universitas Brawijaya serta Kota Malang menjadi lebih baik dan dikenal di mata masyarakat nasional dan dunia," Jelasnya. Dalam pelantikannya beberapa waktu lalu, ia dimandati untuk menjadikan UB sebagai kampus dengan standar kelas dunia oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Moh. Nasir.

Nuhfil menjelaskan bahwa UB memang sudah pantas menjadi kelas dunia. Salah satu contoh adalah banyaknya kerjasama universitas di luar negeri dengan UB yang memiliki ratusan poin kesepakatan diantara kedua belah pihak. UB juga tengah menggenjot kampus dengan "Entrepreneur University"

"Ada beberapa tahapan agar dapat menjadi Entrepreneur University. Setiap universitas dituntut untuk dapat menyelenggarakan pendidikan dan mengembangkan penelitian serta hasil riset. Dari hasil riset itulah yang akhirnya dapat diaplikasikan ke masyarakat melalui penjualan dan lain sebagainya," Tukas Nuhfil.

Program Entrepreneur University merupakan salah satu canangan dari Ristekdikti agar ada hilirisasi produk. Selain itu, ada juga pengembangan internasionalisasi UB melalui program-program studi dengan akreditasi dan standarnya.

"Kualitas penelitian pun juga harus diarahkan ke kelas dunia. Sehingga nantinya ada hilirisasi terhadap hasil penelitian yang bermanfaat kepada masyarakat," imbuhnya.

Dalam hal peningkatan guru besar, Rektor berupaya menggenjot menjadi standar dikti, yaitu 40% dari jumlah dosen universitas. Sejalan dengan itu, dua poin penting diantaranya peningkatan sarana dan prasarana serta publikasi jurnal berindeks internasional dinilai perlu diperhatikan kedepannya.

"Peran media sangatlah penting dalam publikasi dan pencitraan. Kedepannya, saya berharap untuk terus memajukan Universitas Brawijaya dengan menggandeng Pemerintah Kota Malang, Kabupaten Malang, serta Pemerintah Kota Batu untuk mengembangkan secara bersama-sama kota dan kampus," Tutup Nuhfil