Prasetya Online

>

Berita UB

Turunkan Suhu Gedung dengan Kaca Superhidrofilik

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 26 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 770

Hasil Pengukuran Suhu Kaca Superhidrofilik
Hasil Pengukuran Suhu Kaca Superhidrofilik
Pembangunan gedung bertingkat di Indonesia masih menggunakan kaca sebagai komponen pendukung utilitas cahaya dan estetika. Penggunaan kaca juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya suhu hingga mencapai titik 0,08 oC sejak tahun 2011 hingga 2015. Peningkatan suhu ini berbanding lurus dengan konsumsi daya listrik untuk mendinginkan suhu ruang.

Didasari dengan dua isu tersebut, tiga orang mahasiswa jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, meneliti bahan alternatif yang dapat digunakan untuk menurunkan suhu gedung. Kelompok yang terdiri dari Gigih Satriyo Wibowo, Moch. Rizky Wijaya, dan Muhammad Rikza Maulana dan dibawah bimbingan Dr.Eng. Masruroh, M.Si selaku dosen Fisika konsentrasi Ilmu Material, melakukan penelitian yaitu 'Perlakuan Plasma Nitrogen terhadap Sifat Superhidrofilik Kaca yang Dilapisi Polistirena sebagai Penurun Suhu Gedung berbasis Evaporasi Air'.   

Keunggulan dari penelitian ini adalah penelitian menggunakan metode spin coating sebagai metode lapisan tipis pada kaca yang mudah, murah, dan cepat jika dibandingkan dengan metode sol gel yang membutuhkan biaya bahan yang mahal. Selain itu, penggunaan polistirena sebagai lapisan tipis, harga bahan murah dan mudah didapatkan. Pengukuran pada sistem penurun suhu berbasis evaporasi dengan lapisan polistirena superhidrofilik diatas permukaan kaca masih belum pernah dilakukan penelitian, sehingga penelitian ini mempunyai inovasi dan original. 

Hasil dari penelitian ini yaitu telah dicapai lapisan polistirena bersifat superhidrofilik diatas permukaan kaca dengan perlakuan plasma nitrogen. Kaca bersifat supehidrofilik yang memiliki tingkat kebasahan permukaan kaca yang sangat tinggi, selanjutnya dimanfaatkan untuk pengukuran suhu pada sistem penurun suhu berbasis evaporasi air.

Hasil penelitian ini telah lolos seleksi abstrak dalam kompetisi penelitian Internasional yaitu INDES 2018 yang akan diselenggarakan oleh Universiti Teknologi Mara pada 15 Agustus 2018 di Hotel Konta Riverfront, Ipoh, Malaysia. Nantinya inovasi ini akan ditampilkan dalam bentuk prototype dan video guna mempermudah juri dalam melakukan penilainnya nanti. Persiapan presentasi, desain poster, stand banner, dan video penjelaskan telah dipersiapkan secara matang selama 4 bulan. Harapannya tim PKM Penelitian ini dapat membanggakan nama Indonesia dan almamater Universitas Brawijaya di ajang Internasional.[vicky]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID