Prasetya Online

>

Berita UB

Transisi menuju PTN BH, UB Butuh Mindset Kemandirian

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 18 April 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 1636

Rektor IPB Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, MSc menjadi pembicara dalam FGD Best Practises IPB sebagai PTN BH
Rektor IPB Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, MSc menjadi pembicara dalam FGD Best Practises IPB sebagai PTN BH
Perubahan mindset menuju kemandirian merupakan hal mendesak yang perlu dipersiapkan dalam transisi Universitas Brawijaya (UB) menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Ad-Hoc persiapan UB menuju PTN BH, Prof. Latief Abadi. Tim ini dibentuk oleh Rektor Prof. Dr. Mohammad Bisri guna menyongsong UB sebagai PTN BH, yang mandatnya dari Kemenristek Dikti diperkirakan akan turun dalam waktu dekat. Dua perguruan tinggi lain yang juga akan mendapat mandat yang sama berbarengan dengan UB adalah Universitas Andalas dan Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Ketiga PTN ini akan menyusul 11 PTN lainnya yang telah lebih dulu menjadi PTN BH.

Latief Abadi menyampaikan, saat ini pihaknya tengah mempelajari berbagai PTN yang telah berstatus sebagai PTN BH seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gadjah Mada. Lebih jauh, pihaknya juga melakukan pemetaan potensi yang dimiliki UB baik potensi sumber daya manusia, sarana prasarana, potensi anggaran maupun potensi akademik. Utamanya, menurut dia adalah peningkatan daya saing baik di tingkat nasional maupun internasional, karena PTN BH bertujuan diantaranya peningkatan kualitas baik pada aspek akademik maupun non akademik.

Pada Senin (17/4/2017), Rektor IPB Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, MSc menjadi pembicara dalam FGD Best Practises IPB sebagai PTN BH. Dalam penjelasannya, Herry yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya memiliki prinsip penguatan sistem melalui status PTN BH. Hal mendasar yang dilakukannya adalah dengan membangun trust pada semua lini, yang kemudian ia terapkan pada semua unit bisnis yang dibangunnya baik yang berbasis asset, jasa maupun riset. "Unit bisnis ini merupakan sarana lompatan riset sehingga belum sampai pada tahap berorientasi profit," kata dia. Meskipun dalam perjalanannya diketahui bahwa unit bisnis yang berbasis asset lebih cepat mendatangkan profit. Unit bisnis IPB  bergerak dibawah koordinasi PT. BLST (Bogor Life Science and Technology) sebagai holding company milik IPB. [Denok/Humas UB]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID