Prasetya Online

>

Berita UB

Tingkatkan Prestasi Akademik, UB Gelar Workshop Bagi Mahasiswa Bidikmisi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh zenefale pada 28 Februari 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 984

Penandatanganan kontrak beasiswa bidikmisi mahasiswa baru 2017
Penandatanganan kontrak beasiswa bidikmisi mahasiswa baru 2017
Janganlah malu atau minder menjadi mahasiswa bidikmisi. Janganlah sungkan bergaul dan berkompetisi dengan mahasiswa non-bidikmisi. Karena mahasiswa bidikmisi Universitas Brawijaya (UB) telah banyak melahirkan prestasi baik nasional maupun internasional, bahkan melanjutkan studi pascasarjana ke luar negeri. Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno, MS selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dalam gelaran Workshop Peningkatan Prestasi Akademik & Non Akademik serta Penandatanganan Kontrak Perjanjian Bidikmisi bagi Mahasiswa Baru Tahun 2017 Tahap II di Gedung Widyaloka, Selasa (27/02/2018).

Acara yang diikuti sebanyak 400 mahasiswa baru tersebut bertujuan memotivasi seluruh mahasiswa bidikmisi untuk  mengembangkan potensi akademik mereka selama proses belajar di kampus. "Untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi sangatlah berat karena harus melalui proses yang panjang. Peserta bidikmisi harus bersaing dengan mahasiswa lain yang jumlahnya cukup banyak, apalagi kuota yang disediakan juga sangatlah terbatas. Maka dari itu mahasiswa yang berhasil menerima bidikmisi patut bersyukur," ujarnya.

Selain itu, WR III juga mengungkapkan jika mahasiswa bidikmisi pengganti yang berhasil terpilih saat ini merupakan rekomendasi dari Wakil Dekan III masing-masing fakultas. Hal ini dilihat dari masa studi dalam kurun waktu setahun yang telah dilalui oleh mahasiswa. Mereka yang memiliki nilai akademik yang tinggi akan mendapatkan beasiswa sesuai usulan dari Wakil Dekan III lewat Kasubag Akademik di setiap fakultas. Sehingga UB sangat berharap kepada mahasiswa bidikmisi untuk mulai memperhatikan nilai studi akademik selama delapan semester kedepan. Karena perjanjian kontrak bidikmisi hanya berlaku hingga delapan semester. Jika mengalami penurunan nilai akademik, tidak menutup kemungkinan beasiswa bidikmisi bakal dicabut.

Tahun ini pemerintah juga telah menaikkan subsidi kepada peserta bidikmisi dari jumlah 600 ribu menjadi 650 ribu rupiah. "Bidikmisi ini nominal subsidinya sama karena mencakup seluruh Indonesia. Kita tidak bisa membayangkan jika mahasiswa bidikmisi diterima di perguruan tinggi yang berada di ibukota dengan jumlah subisidi tersebut. Tentunya dengan kondisi kota Malang yang masih sangat terjangkau, mahasiswa bidikmisi yang berada di UB masih bisa tercukupi," tambahnya.

Sedangkan perkembangan di perguruan tinggi Indonesia saat ini, lulusan terbaik mayoritas diisi oleh mahasiswa bidikmisi lewat prestasi akademik. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa bidikmisi mampu bersaing di level akademik bersama mahasiswa reguler lainnya. "Mereka rata-rata lulus 3,5 hingga 4 tahun dengan nilai yang cukup memuaskan. Apalagi tim PKM UB yang lolos PIMNAS, banyak rekan-rekan mahasiswa bidikmisi yang ikut berpartisipasi," pungkasnya.

Dalam workshop tersebut, peserta bidikmisi juga melakukan penandatanganan kontrak yang disaksikan oleh WR III bersama Wakil Dekan III.  Mereka nantinya akan mendapatkan buku tabungan, kartu ATM serta tata cara penerimaan beasiswa bidikmisi lewat beberapa bank yang telah bekerjasama dengan UB. [indra/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID