Prasetya Online

>

Berita UB

Tingkatkan Peran BUMD Pemprov Jatim Lewat FGD Bersama Akademsi UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh zenefale pada 02 Mei 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 647

Forum Diskusi Pemrov Jatim bersama akademisi UB
Forum Diskusi Pemrov Jatim bersama akademisi UB
Provinsi Jawa Timur merupakan wilayah yang menjadi indikator nasional dalam pertumbuhan ekonomi. Saat ini Jawa Timur telah mencapai 5,2 persen dalam pertumbuhan tersebut, dengan jumlah sebanyak 55 persen mayoritas disumbang oleh sebagian besar koperasi dan UMKM, jumlah ini merupakan terbesar dibandingkan wilayah-wilayah yang lain di Indonesia. Disamping itu, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur juga tidak bisa lepas dari potensi ketahanan pangan yang saat ini didukung oleh sektor industri dan pertanian.

Mengingat jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian cukup besar, yaitu mencapai 32 persen. Sebagian besar dari mereka semakin tertinggal jauh dengan pengusaha-pengusaha besar. Sehingga masih belum terjadi sinergitas antara petani, pemerintah serta industri. Maka dari itu, pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan fasilitas sekaligus program kepada masyarakat khususnya petani agar tidak hanya sekedar menjual hasil pertaniannya, namun bagaimana hasil tersebut memiliki nilai tambah. Hal ini diungkapkan oleh Andi Herlambang dalam diskusi terbuka yang bertajuk "Peran BUMD Pangan dalam Pembangunan Daerah di Provinsi Jawa Timur", Selasa (30/4) di ruang sidang lt 8, gedung rektorat Universitas Brawijaya.

Ia mengungkapkan jika sektor pangan menjadi investasi yang dapat dikembangkan secara optimal melalui inovasi kelembagaan sehingga dapat menjadi unggulan nasional. "Saat ini produksi pangan di Jawa Timur sebagian besar mengalami surplus. Bahkan Jatim sendiri juga mampu menjual hasil pangan mereka ke berbagai provinsi di luar Jawa. Akan tetapi, potensi produksi ini ternyata masihtidak bisa lepas dari permasalahan yang berkepanjangan. Mulai dari problematika timbang harga yang sering merugikan petani, akses modal yang masih lemah, masalah penanganan pasca panen, hingga efisiensi supply chain.Mereka berharap dengan adanya sharing bersama pihak akademisi UB, BUMD kedepan dapat berperan aktif bagi masyarakat petani dalam memberikan solusi untuk kesejahteraan mereka. [indra]

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID