Prasetya Online

>

Berita UB

Tingkatkan Daya Saing Asia, FP Datangkan Pakar Pertanian Berbagai Negara

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 22 Agustus 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 316

Konferensi Internasional di Bidang Tanaman Pangan dan Lingkungan
Konferensi Internasional di Bidang Tanaman Pangan dan Lingkungan
Sebagai upaya meningkatkan daya saing asia, Fakultas Pertanian mengadakan konferensi Internasional tanaman pangan dan lingkungan selama dua hari (22/8-23/8/2017) di Gedung UB Guest House.

Konferensi internasional tersebut dihadiri oleh pakar-pakar pertanian di dunia seperti dari Jepang, India, dan Cina.

Dekan FP UB Prof Nuhfil Hanani menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi awal bagi Fakultas Pertanian untuk meningkatkan daya  saing di Asia. Dari pertemuan yang telah dilakukan diharapkan akan menghasilkan kerjasama dalam bentuk pertukaran dosen, mahasiswa dan penelitian bersama.

"Dalam pertemuaan kali ini pakar-pakar pertanian dari UB akan menyampaikan komoditi-komiditi yang belum dikembangkan dan punya prospek ke depan seperti kecipir, kelor, kacang bogor. Kita kaya akan tanaman-tanaman itu dan kita punya pusat-pusat kajian internasional,"katanya.

Wakil Rektor IV Dr. Ir. Sasmito Djati, MS  menambahkan bahwa sistem pertanian yang ada di Jawa Timur mempunyai keunikan tersendiri karena luas wilayah yang sempit ditambah dengan padatnya penduduk mampu menjadikan provinsi Jawa Timur sebagai peng ekspor beras terbesar di Indonesia.

"Karena keunikan tersebut maka kita seharusnya mempunyai acuan dan teori sendiri bagaimana mengembangkan pertanian di Indonesia. Bukan lantas kita menanam tanaman Eropa seperti Sorgum yang hanya bisa tumbuh di negara dengan empat musim,"kata Sasmito.

Sasmito juga mengatakan selain perbedaan musim, sistem pertanian yang saat ini bisa dilakukan di perkotaan seperti dengan vertical garden tidak bisa menggunakan literatur dari eropa.

"Perbedaan yang kita miliki akan menjadi peluang UB dalam menyusun road map  di bidang pertanian. Ini merupakan platform otonomi sebuah pergruan tinggi yang nantinya bisa digunakan untuk bersaing dengan negara lain,"kata Sasmito. [Oky Dian/Humas UB] 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID