Prasetya Online

>

Berita UB

Tiga PTN Bahas Mekanisme Pelaksanaan SBMPTN 2017

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ronnysetiantoko pada 05 April 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 756

Sekretaris Panlok Malang Prof Kusmartono memberikan pengarahan pelaksanaan kegiatan penerimaan mahasiswa baru jalur  SBMPTN  Tahun 2017
Sekretaris Panlok Malang Prof Kusmartono memberikan pengarahan pelaksanaan kegiatan penerimaan mahasiswa baru jalur SBMPTN Tahun 2017
Panitia Lokal 55 mengadakan kegiatan Focus Gorup Discussion (FGD) dalam rangka pengarahan dan pemantapan persiapan pelaksanaan kegiatan penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun 2017, Selasa (4/4/2017).

Kegiatan yang dilangsungkan di Ruang Majapahit 2 Santika Premier Hotel Malang ini diikuti oleh panitia lokal dari ketiga perguruan tinggi negeri di kota Malang yaitu dari Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM) serta dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif
https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif

Kegiatan terbagi dalam dua sesi yaitu pertama diskusi mekanisme pendaftaran dan pembagian tugas antar PTN Lokal Malang dan identifikasi permasalahan. Sesi kedua berkaitan dengan koordinasi di bidang TIK masing -masing PTN.

Sekretaris Panlok Malang yang juga Wakil Rektor I UB Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Kusmartono menjelaskan sesuai dengan Permen, ada tiga jalur masuk PTN yaitu melalui jalur SNMPTN, SBMPTN dan jalur Mandiri.

UB sendiri berdasarkan Permen tersebut menetapkan pagu sebesar 30 persen untuk jalur SNMPTN, 40 persen untuk jalur SBMPTN dan 30 persen untuk jalur Mandiri.

Untuk pelaksanaan SBMPTN tahun ini Kusmartono menjelaskan bahwa  pada dasarnya mekanisme pelaksanaan SBMPTN tahun ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya meskipun ada beberapa hal yang membedakan. Salah satunya,tentang naskah ujian yang pada pelaksanaan SBMPTN tahun ini harus dikembalikan dan tidak boleh dibawa pulang oleh peserta.

"Naskah ujian harus dekembalikan dan tidak boleh dibawa pulang oleh peserta karena harus dimusnahkan. Dan oleh karena jumlahnya yang ribuan tentunya kita berharap kerjasama dari pihak UNM dan UIN untuk menyediakan waktu, tempat serta tenaga untuk memusnahkan naskah ujian tersebut di masing-masing PTN, sehingga tidak perlu dikembalikan lagi ke UB," harap Kusmartono.

Pembagian kelompok ujian sendiri ditetepkan untuk ujian kelompok SAINTEK dilaksanakan di UNM, SOSHUM di UB dan Kelompok Ujian Campuran dilaksanakan di UIN. [ronny/Humas UB]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID