Prasetya Online

>

Berita UB

Teori PR Diterapkan Berbeda Di Setiap Negara

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafisip pada 08 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 155

Kuliah tamu oleh dosen dari universitas Newcastle Dr. Deborah Wise Jane
Kuliah tamu oleh dosen dari universitas Newcastle Dr. Deborah Wise Jane
Teori merupakan sesuatu hal penting dalam melakukan suatu penelitian. Teori-teori Pubic Relations (PR) secara konseptual memang bisa diterapkan untuk menganalisis, tapi pengaplikasiannya bisa saja berbeda. Perbedaan pengaplikasian teori PR terjadi antara Indonesia dan Australia karena memiliki perbedaan background sosial budaya.

"Walaupun PR di kedua negara ini boleh dikatakan menggunakan banyak teori yang sama, namun pengaplikasiannya akan berbeda. Sebab latar sosial dan budaya di kedua negara ini memang berbeda," Kata dosen dari Universitas Newscastle, Australia Dr. Deborah Wise Jane.

Dr. Deborah Wise Jane adalah dosen dari Universitas Newscastle, Australia yang menjadi pemateri pada diskusi yang dilakukan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya. Acara diskusi itu dilaksanakan pada beberapa waktu lalu di FISIP UB.

Dengan kegiatan diskusi ini, diharapkan bisa memperkaya pemahaman serta keilmuan mahasiswa dan dosen Ilmu Komunikasi terhadap keunikan PR terutama di Australia yang bisa dijadikan sebagai sumber inspirasi untuk perkembangan PR di Indonesia. [02/Fariza/Humas FISIP/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID