Prasetya Online

>

Berita UB

Teliti Kualitas Air Sumber Maron, Mahasiswi Asal Libya Raih Gelar Doktor

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 11 Juli 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 195

Faiza Bersama Para Supervisor Usai Ujian Disertasi
Faiza Bersama Para Supervisor Usai Ujian Disertasi
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) asal Libya Faiza Tawati Abdulnaser Tawati, baru saja meraih gelar Doktor Kajian Lingkungan. Dengan diraihnya gelar tersebut, Faiza menjadi wanita pertama asal Libya yang meraih gelar Doktor di UB. Gelar doktor ini diraih setelah ia mempertahankan disertasinya yang berjudul "Study of Chemical, Physical and Biological Properties of Sumber Maron River-Kepanjen-Malang-Indonesia a Contribution for Environmental Management".

Dalam disertasinya, Faiza mengangkat tempat wisata alam Sumber Maron yang berada di daerah Karangsuko, Pagelaran, Malang. Sumber Maron merupakan salah satu sungai utama di daerah tersebut yang dijadikan kawasan wisata. Sungai ini mengalir ke arah barat sekitar 30 mil melalui area hutan hijau dimana terdapat iklim basah dan kering.

Menurut Faiza, Sumber Maron menarik untuk diteliti, karena selain merupakan tempat rekreasi yang diminati banyak pengunjung, air sungainya juga dipergunakan untuk keperluan rumah tangga masyarakat sekitar, seperti untuk mencuci, memasak, mandi atau membersihkan diri. Di sekitar Sumber Maron juga hidup hewan dan tumbuhan alami.

"Meskipun Sumber Maron merupakan daerah mata air yang seharusnya dilindungi dan jauh dari kegiatan bisnis atau aktivitas lain yang dapat membahayakan lingkungan dengan limbah yang mereka hasilkan, namun di sepanjang obyek wisata ini banyak terdapat warung makan yang tersebar dengan beragam menu. Saat wisatawan makan di kawasan wisata ini, mungkin mereka tidak sadar membuang sampah dan mencemari lingkungan," papar Faiza.

Faiza saat melakukan penelitian di Sumber Maron
Faiza saat melakukan penelitian di Sumber Maron
Selain itu, ditemukan polusi yang berasal dari lembah domestik, pertanian, dan industri. Dampak yang paling jelas adalah peningkatan kadar bahan organik dalam air yang cenderung menurun. Untuk itu melalui penelitian ini diharapkan dapat diketahui status kesehatan suangai dan kualitas airnya supaya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan manajemen ekonomi desa yang baik di masa depan.

Berbagai kesulitan dihadapi ibu satu putri ini selama melakukan penelitian. "Saya menganggap penelitian ini baik karena pentingnya air untuk kehidupan, dan konservasi air sudah tertulis dalam Alquran dan Sunnah, namun belum pernah ada penelitian yang mengangkat Sumber Maron, penelitian saya ini adalah yang pertama. Lokasi penelitian letaknya di dataran tinggi dengan medan yang cukup sulit karena banyak bebatuan, butuh waktu satu hari penuh untuk melakukan tinjauan, karena saya harus kembali ke kampus hari itu juga untuk menyimpan sampel di laboratorium. Bahasa juga menjadi kendala terutama saat pengumpulan data dan kuesioner," ungkapnya.

Melalui penelitian ini, Faiza merekomendasikan perlunya ada pengelolaan terpadu sumber daya sungai dan pentingnya penggunaan teknologi yang dikembangkan untuk pengelolaan air. "Saya harap hasil studi ini akan memberikan manfaat mendalam untuk pemerintah dan masyarakat sebagai solusi terbaik alternatif drainase lingkungan dan pengelolaan air, sehingga dapat menyebarkan kesadaran lingkungan kepada masyarakat baik lokal maupun pengunjung," jelasnya.

Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan wilayah sungai dan peningkatan kualitas penggunaannya. Diharapkan area Sumber Maron akan diperbarui dan menjadi objek wisata yang lebih prospektif. Selain itu, pemanfaatan area sungai untuk berenang di samping penggunaan pertanian dan keperluan rumah tangga akan dikelola dengan lebih baik. Itu akan bermanfaat untuk perlindungan dan konservasi sungai Sumber Maron sebagai sumber daya air yang baru dan bersih untuk masyarakat.

Mengenai pencapaiannya sebagai wanita Libya pertama yang meraih gelar Doktor di UB, Faiza sacara khusus menyampaikan apresiasinya. "Ini merupakan hasil kerja keras, terima kasih kepada Jurusan Biologi dan Jasa Tirta I, Universitas Brawijaya, Pascasarjana, dan para Dosen, terutama co-supervisor Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., atas upaya dan dukungannya selama ini kepada saya dan semua teman sesama mahasiswa Libya. Juga kepada supervisor utama Prof. Ir. Yenny Risjani, DEA., Ph.D dan co-supervisor Dr. Bagyo Yanuwiadi, Amin Setyo Leksono, S.Si.,M.Si.,Ph.D, serta suami saya Dr. Ahmed Annegrat. Saya juga berterima kasih kepada negara saya Libya karena memberi saya kesempatan untuk belajar di Indonesia. Saya sangat senang dengan pencapaian ini, semoga dapat menjadi modal bagi saya untuk melanjutkan penelitian ilmiah di bidang spesialisasi saya," pungkasnya. [Irene] 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID