Prasetya Online

>

Berita UB

Teknologi AR-Child Mahasiswa FILKOM Kembali Raih Best Paper Award di Singapura

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh dinaoktavia pada 18 April 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 394

Penyerahan Best Paper Award
Penyerahan Best Paper Award

Aulia Akhrian Syahidi dengan hasil penelitiannya yang diberi nama AR-Child kembali mengharumkan nama Indonesia dan Universitas Brawijaya (UB).

Mahasiswa Magister Ilmu Komputer FILKOM UB ini kembali terpilih sebagai salah satu peneliti yang dianugerahi Best Paper Award pada The 5th IEEE International Conference on Computing, Engineering, and Design (ICCED) 2019 di Nanyang Executive Centre, Nanyang Technological University (NTU), Jurong, Singapura (11/4-13/4/2019).

Akhrian pada konferensi ini mempresentasikan hasil penelitiannya dengan judul "AR-Child: Analysis, Evaluation, and Effect of Using Augmented Reality as a Learning Media for Preschool Children".

Aplikasi AR-Child direkomendasikan penggunaannya untuk anak-anak prasekolah (Pendidikan Anak Usia Dini maupun Taman Kanak-Kanak), sebagai salah satu media pembelajaran terkini dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) untuk materi pengenalan hewan dan buah-buahan disertasi dengan tampilan nama dan pengucapannya.

Teknologi ini menggunakan metode pelacakan objek yakni marker based tracking yang memerlukan marker berupa cetakan huruf-huruf abjad pada sebuah kertas.

Dalam jurnal hasil penelitiannya tersebut juga dilakukan analisis dan evaluasi aplikasi dengan menggunakan variation testing yaitu pemeriksaan pada unsur pencahayaan, jarak, sudut, ukuran huruf, latar belakang dari warna marker dan waktu respon kemunculan objek dengan menguji coba berbagai macam spesifikasi smartphone.

Kemudian untuk mengetahui efek penggunaan aplikasi AR-Child ini Akhrian menggunakan metode fun testing sebagai sarana untuk menilai unsur kesenangan dan juga mengetahui efek terhadap hasil belajar pengguna. 

Aplikasi ini telah diujicobakan ke 30 anak-anak prasekolah dan mendapat respon positif.

Akhrian mengatakan akan melakukan pengembangan AR-Child sehingga tidak hanya mampu mengenalkan materi tentang hewan serta buah-buahan saja, namun juga untuk materi yang lainnya.

Selain itu diharapkan kedepannya AR-Child dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyyarakat secara luas.

"Saya merasa sangat bersyukur dan ingin mengucapkan terima kasih yang setulusnya pada para dosen pembimbing yang telah bekerja keras dalam membimbing, memberikan semua saran-saran terbaik dan terus melakukan evaluasi terhadap kemajuan saya. Selanjutnya saya juga berterima kasih pada FILKOM dan Dekan FILKOM yang memberikan dukungan penuhnya untuk kesempatan yang kedua dan terakhir ini, karena ini semester terakhir saya di MILKOM," ujar Akhrian.

Penelitian dan penulisan paper ini dibimbing oleh dua dosen FILKOM Dr. Eng. Herman Tolle, S.T., M.T., Dr. Eng. Ahmad Afif Supianto, S.Si., M.Kom. , serta satu professor dari Saga University, Jepang yaitu Prof. Kohei Arai, B.S., M.S., Ph.D..The 5th IEEE ICCED 2019 mengangkat tema "Collaborative Innovation in The Disruptive Technology Era" yang sudah terindeks oleh IEEE dan Scopus.

Konferensi ini telah berlangsung dari tahun 2015. Track utama dari konferensi ini adalah computing, engineering, dan design. Dari 160 paper yang telah disubmit, hanya 75 paper yang berhasil lolos dan dipresentasikan.

75 paper tersebut diseleksi dan dipilih 5 best paper dan 2 best poster untuk mendapat penghargaan.The 5th IEEE ICCED 2019 dilaksanakan oleh Nusa Putra University, Indonesia yang bekerja sama dengan IEEE Computer Society; Taylor's University, Malaysia; MingDao University Changhoa, Taiwan dan beberapa perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

Kegiatanini dibuka secara langsung oleh Veronica Enda Wulandari selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan (ATDIKBUD) KBRI Singapura.

Dalam sambutannya yang mewakili Duta Besar Indonesia untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya, S.H., M.A. memiliki harapan  dengan adanya konferensi ini para peneliti dari berbagai bidang dan disiplin ilmu dapat melakukan kolaborasi dan terus mengembangkan berbagai inovasi yang dapat diunggulkan untuk menjawab tantangan di era revolusi industri 4.0.[akhrian/dna/Humas UB] 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID