Prasetya Online

>

Berita UB

TEUB, Tuan Rumah Munas FORTEI XII 2018

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 14 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 281

Peserta Musyawarah Nasional Forum Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) ke-12
Peserta Musyawarah Nasional Forum Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) ke-12
Melanjutkan kegiatan hari sebelumnya, Musyawarah Nasional Forum Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) ke-12 Tahun 2018 dimulai Jumat (12/10/2018)  di  Grand Royal Orchids Garden Hotel, Batu. Bertindak sebagai penanggung jawab pada Munas FORTEI XII ini adalah Ketua Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik UB Hadi Suyono, ST, MT, PhD.

Dalam laporannya Penanggung Jawab yang juga Ketua Jurusan Teknik Elektro ini mengungkapkan bahwa Munas ini melibatkan 240 peserta dari 98 institusi Teknik Elektro seluruh Indonesia.

Kegiatan Munas FORTEI diawali dengan sosialisasi dan workshop dari dua pemateri. materi pertama adalah Sosialisasi Tim PAK KEMENRISTEKDIKTI dan Serba-Serbi Permasalahan dalam Pengurusan Kenaikan Pangkat ke Jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar Teknik Elektro oleh Prof. Dr. Ir. Yanuarsyah Haroen (Guru Besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB dan Tim PAK Pusat KEMENRISTEKDIKTI).

Materi dari professor yang sudah 4e ini mengulik keingintahuan peserta Munas hari ini. Banyak pertanyaan muncul seputar bagaimana mengurus kenaikan pangkat dan apa yang harus dipersiapkan agar proses berjalan cepat dan mulus (download materi di sini). Karena keterbatasan waktu, diskusi dilakukan hingga di luar forum. Pada kesempatan yang sama juga ditawarkan Surat Penawaran Bimtek Penulisan Artikel Ilmiah Internasional.

Setelah shalat Jumat kegiatan dilanjutkan dengan Pembahasan AD/ART FORTEI yang dipimpin langsung oleh Ketua FORTEI 2016-2018, Dr. Wahyudi ST MT dengan moderator Dr. Ir. Dian Retno Sawitri, M.T., sekaligus Pembahasan Pembentukan Asosiasi Pakar Teknik Elektro Indonesia (APTEI).

Pada pembahasan AD/ART disepakati beberapa hal, diantaranya keanggotaan FORTEI yang pada tahun 2016 diubah menjadi bersifat individu diubah kembali menjadi institusi, jika Ketua/Wakil Ketua FORTEI tidak lagi menjabat sebagai pimpinan jurusan/prodi maka Jabatan Ketua/Wakil Ketua diteruskan oleh pejabat yang menggantikannya, serta seluruh anggota FORTEI otomatis menjadi anggota Asosiasi Pakar Teknik Elektro Indonesia (APTEI).

Berkaitan dengan APTEI, pada forum siang itu disepakati bahwa huruf P merupakan kepanjangan dari Profesi. "Karena ini kan organisasi profesi, jadi akan lebih baik kalau dari Pakar diubah menjadi Profesi," tukas Dr Wahyudi.

Acara dilanjutkan dengan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua FORTEI Periode 2018-2020. Sesuai peraturan yang berlaku, Wakil Ketua otomatis menjadi ketua dua tahun berikutnya. Kepengurusan yang lalu Wakil Ketua adalah Sarjiya, ST., MT. (Kajur Teknik Elektro UGM) sehingga otomatis Ketua FORTEI 2018-2020 adalah UGM.

Sedangkan Wakil Ketua terpilih dengan 67 suara adalah Hadi Suyono PhD dari UB  dan secara otomatis Wakil Ketua terpilih menjadi Ketua APTEI. Sedangkan terpilih sebagai Wakil Ketua APTEI adalah peraih suara terbanya kedua, dengan 12 suara adalah Dr.Ir. Aries Subiantoro, M.SEE dari Universitas Indonesia.

Kepengurusan FORTEI  terdiri atas kepengurusan pusat dan regional. Kegiatan temu Nasional dilaksanakan setiap 1 tahun sekali, sedangkan Musyawarah Nasional (Munas) yang dilakukan untuk menetapkan ketua FORTEI dan memilih wakil ketua FORTEI dilaksanakan setiap 2 tahun sekali.

Agenda tahunan tersebut diisi dengan kegiatan seminar (yang sudah dilakukan sebelumnya, The 9th EECCIS), workshop, dan diskusi topik-topik nasional yang sedang hangat dibicarakan.

Tempat pertemuan tahunan anggota FORTEI ditentukan pada saat pertemuan sebelumnya dan telah menjadi tradisi bahwa tempat pertemuan tahunan bergilir antara pergururan tinggi yang ada di pulau Jawa dan yang di luar pulau Jawa. Dan disepakati pertemuan berikutnya akan berlangsung di Universitas Negeri Padang, Bukit Tinggi, Sumatra Barat. (mic/Humas UB)

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID