Prasetya Online

>

Berita UB

Sri Mulyani: Pendidikan Membangun SDM yang Berkualitas

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 08 Januari 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 1592

Menteri Keuangan Sri Mulyani beri orasi saat dies natalis UB
Menteri Keuangan Sri Mulyani beri orasi saat dies natalis UB
Pentingnya menjaga momentum perbaikan ekonomi adalah salah satu hal yang dapat menyejahterakan masyarakat. Demikian dikatakan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, SE, MS, Ph.D, saat menyampaikan orasi dalam Rapat Terbuka Senat UB, Jumat (05/01/2017) di Gedung Samantha Krida.

Ada beberapa pilar penyangganya dalam bidang ekonomi, salah satunya adalah Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). SDM merupakan salah satu pilar utama yang dinilai sangat vital dalam penyangga perekonomian dan keuangan negara.

Peran dari pendidikan tidak lepas kaitannya dengan kualitas Sumber Daya Manusia.

Dikatakan Sri Mulyani, beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM antara lain melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Indonesia Pintar dengan sasaran umur 6-21 untuk memperbaiki pendidikan Indonesia.

Selain itu, sejak tahun 2009, sesuai dengan amanat konstitusi, pemerintah mengalokasikan 20% dari Anggaran Pendapatan dan  Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan.

Pada tahun 2018, APBN untuk pendidikan naik menjadi Rp 444,1 Triliun. Upaya ke tiga adalah dengan mendirikan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang diperuntukkan Warga Negara Indonesia berupa beasiswa Magister dan Doktor.

"Dengan jumlah mencapai 18.466 terhitung hingga November 2017, program ini diharapkan dapat melahirkan SDM berkualitas untuk pembangunan Indonesia," kata Sri Mulyani.

Di UB sendiri saat ini ada 304 penerima beasiswa LPDP. Melalui Beasiswa LPDP diharapkan bisa menciptakan generasi muda yang maju, berinovatif, dan percaya diri untuk menantang arus teknologi.

"Saya ingin mengajak sivitas UB mengawal, membantu dan bekerjasama dalam membangun bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat," katanya.

Dia juga berharap UB dan perguruan tinggi lain dapat menjadi aset kebanggaan Republik Indonesia dalam membangun Sumber Daya Manusia dan menjaga momentum ekonomi Indonesia. [Afwega/Humas UB]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID