Prasetya Online

>

Berita UB

Sociopreneur Sebagai Solusi Masalah Sosial

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 11 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 842

dr. Gamal Albinsaid dan Cacik Rut Damayanti dalam Seminar ESPRIEX 2018
dr. Gamal Albinsaid dan Cacik Rut Damayanti dalam Seminar ESPRIEX 2018
Social entrepreneur berpotensi untuk memberikan beberapa solusi terkait masalah sosial yaitu menerapkan pendekatan kewirausahaan dan kekuatan inovasi sosial untuk menghadapi tantangan sosial yang ada. Hal ini disampaikan oleh Professional Doctorate in Business Administration, University of Canberra Cacik Rut Damayanti, S.Sos., M. ProfAcc, DBA dalam seminar di Studio UB TV, Universitas Brawijaya, Senin (09/04/2018).

Rut juga menyampaikan bahwa kondisi Indonesia masih mendapat banyak tantangan sosial yang perlu diselesaikan seperti kemiskinan yang parah dan kurangnya akses umum untuk perawatan kesehatan atau pendidikan.

"Indonesia memiliki persentase tingkat kemiskinan yaitu 10,12 % pada januari 2016. Hal ini bisa kita atasi salah satunya melalui Social Entrepreneur," jelasnya.

Melalui socio enterpreneurship, dosen Fakultas Ilmu Administrasi ini menambahkan, dapat menciptakan lapangan kerja, menciptakan inovasi dan layanan yang baik bagi masyarakat, meningkatkan kesetaraan di masyarakat, dan pengentasan kemiskinan.

"Tujuan dari Social Entrepreuneur bukan mencari keuntungan baik material atau kepuasan pelanggan, tetapi berinovasi melalui ide inovatif yang dapat memberikan keuntungan signifikan pada masyarakat," imbuhnya.

Selain Rut, hadir pula dr. Gamal  Albinsaid, alumni Fakultas Kedokteran yang sukses di bidang ini. Gamal memperkenalkan inovasi yang dirintisnya yaitu Klinik Asuransi Sampah yang merupakan bisnis sosial dimana masyarakat kurang mampu dapat memperoleh layanan kesehatan dengan cara menukarkan sampah.

"Upaya yang dilakukan ini tak lepas dari dua masalah dari lingkungan sekitar kita, yaitu sampah dan kesehatan masyarakat," tutur Gamal.

 "Jujurlah pada diri sendiri, ikuti passionmu bantu orang yang ada di sekelilingmu, dan pasti orang disekelilingmu akan mengetahui dan menyukai keberadaanmu. Social entrepreneurship dapat membuat keharmonisan yang nantinya berkembang dengan menciptakan motivasi sosial," katanya.

Selain itu, Gamal juga membagikan kisahnya mendirikan bisnis start-up tentang pelayanan kesehatan, yaitu Indonesia Medika dan Homedika. Ia mengaku kedua bisnis tersebut juga lahir dari empatinya ketika melihat permasalahan kesehatan di Indonesia.

Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan ESPRIEX Model Business and Lean Competition 2018 yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. [dinda/vicky/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID