Prasetya Online

>

Berita UB

Situasi Pasar Modal Sangat Dipengaruhi Faktor Fundamental Perusahaan

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 12 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3661


Masa krisis keuangan di Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 berdampak besar terhadap investasi di Bursa Efek, khususnya Bursa Efek Jakarta. Krisis keuangan di Indonesia meningkatkan ketidakpastian dalam berinvestasi yang mempengaruhi keuntungan bagi investor, sehingga investor harus mempertimbangkan ketidakpastian ini sebagai risiko dalam melakukan investasi.
Demikian pernyataan Ir Muninghar MM dalam disertasi berjudul Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan terhadap Return Ekspektasi Saham pada Perusahaan Terbuka (Tbk) di Pasar Modal Indonesia (BEJ dan BES). Ujian terbuka disertasi Muninghar berlangsung di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Selasa 12/9.
Promotor Muninghar adalah Prof Dra SM Kiptiyah MSc, dan Prof Dr M Harry Susanto SE SU serta Dr Munawar Ismail SE DEA sebagai kopromotor. Dosen penguji terdiri dari Prof Dr H Armanu Thoyib SE MSc, Prof Dr Hj Setyaningsih SE, Dr Ir Solimun MS dan Prof Dr Arsono Laksmana SE Ak.
Muninghar menambahkan, investor selalu hanya memperhitungkan besarnya risiko pasar atau risiko sistematis, sebagai variabel penentu tingkat pengembalian saham yang diharapkan (expected return). Padahal, menurut Muninghar, ada variabel lain yang juga mempengaruhi tingkat pengembalian saham selain faktor internal dan eksternal perusahaan, yaitu likuiditas saham.
Penelitian dilakukan Muninghar terhadap 102 dari 334 perusahaan go public yang terdaftar di bursa (BEJ dan BES selama 4 tahun), untuk membuktikan secara empiris hubungan langsung dan tak langsung antara faktor internal dan eksternal perusahaan terhadap risiko sistematis dan terhadap return ekspektasi, pengaruh faktor eksternal perusahaan terhadap likuiditas saham, dan pengaruh likuiditas saham terhadap return ekspektasi, serta pengaruh risiko sitematis terhadap return ekspektasi pada perusahaan terbuka di BEJ dan BES.
Dari analisis hasil penelitian ini, Muninghar menemukan faktor internal lebih kuat berperan sebagai alat prediksi terhadap risiko sistematis (risiko pasar) daripada faktor eksternal perusahaan. Tidak ditemukannya hubungan signifikan risiko sitematis terhadap return ekspektasi, menurut Muninghar, kemungkinan disebabkan oleh: volume perdagangan pasar modal masih kecil (thin market); terjadi perdagangan yang tak sinkron (non-synchronous trading) pada thin market; harga saham lebih banyak ditentukan oleh sentimen pasar akibat terjadinya informasi yang tidak simetris, situasi pasar sangat dipengaruhi faktor fundamental perusahaan sehingga harga saham berfluktuasi tajam; fluktuasi harga saham sangat tajam karena pergerakan harga saham di pasar modal Indonesia lebih banyak ditentukan oleh aspek psikologi, ketidakstabilan emosi para pemodal, menyebabkan risiko tinggi belum tentu memberikan return ekspektasi yang tinggi pula..
Berdasarkan hasil penelitian ini, Muninghar menyarankan perlunya dikembangkan model pengaruh faktor internal perusahaan terhadap risiko pasar, dan keuntungan yang diharapkan, tidak hanya devident payout, growth leverage, liquidity, assets size, variability of earning, return of investment, return of equity dan total asset turn over, serta price earning ratio, tetapi juga dengan indikator faktor internal perusahaan yang lain. Juga disarankan penelitian lebih lanjut tidak hanya menggunakan variabel-varibel inflasi, suku bunga, GDP, serta politik, tetapi juga diperluas dengan variabel-variabel pajak, nilai tukar, ketenagakerjaan, dan faktor-faktor eksternal lain.
Pada yudisium, Muninghar dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor ilmu ekonomi (minat manajemen) dengan predikat memuaskan.
Dr Ir Muninghar MM (51 tahun) adalah dosen Universitas Wijaya Putra Surabaya, sarjana pertanian dari UPN Veteran Surabaya (1981), dan magister manajemen dari STIE IPWI Jakarta (1996). [nik]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID