Prasetya Online

>

Berita UB

Serasi, Kolaborasi Jawa-Jepang

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 14 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2296

Bagaimana jika budaya Jawa dikolaborasikan dengan budaya Jepang? Hasilnya sungguh menarik. Itulah yang disuguhkan mahasiswa Unibraw dalam pembukaan Pekan Budaya Ke-2 Program Studi Bahasa dan Sastra Unibraw di halaman gedung rektorat kemarin.
Kolaborasi itu antara lain ditunjukkan tari beskalan dan tarian Yosakoi dari Kochi, Jepang. Kedua tari itu disuguhkan untuk menyambut kedatangan tamu pekan budaya yang berlangsung 14 hingga 17 Maret mendatang.
Selain tarian, budaya Jawa juga disampaikan lewat tatanan upacara adat penyambutan tamu. Itu terlihat ketika tim dari FKBJ (Forum Komunikasi Bahasa Jawa) menyambut Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Yogi Sugito yang akan membuka acara tersebut di gedung Widyaloka. Budaya khas Jawa itu antara lain, pembakaran dupa, kembar mayang, memecahkan kendi, dan pembasuhan tangan dan kaki Yogi Sugito sebelum berangkat ke Widyaloka.
Hadirin yang memnuhi halaman pun tampak antusias mengikuti prosesi dua adat yang berbeda itu. Suasana sangat ramai dan meriah. Usai upacara adat Jawa, suasana langsung dihentak musik wacho, Jepang. Sekitar 40-an mahasiswa prodi bahasa menari Yosakoi menyambut Yogi dan rombongan FKBJ.
Alunan musik rancak itu mengiringi mahasiswa yang mengenakan busana Yukata atau kimono musim panas. Mereka menari sambil membawa alat mirip ketepel yang terbuat dari kayu yang bernama naruko. "Di Jepang, tarian ini untuk menyambut musim panas di Kochi, Jepang, sebagai penambah semangat. Biasanya dipakai untuk pesta rakyat. Sementara naruko sendiri adalah alat untuk mengusir burung," ujarnya Yusri Fajar, ketua panitia.
Ditambahkan, acara itu sendiri digelar dalam rangka memperkenalkan budaya-budaya asing yang dipelajari pada prodi sastra di Unibraw. Selain menggelar gebyar pembukaan acara, juga digelar pameran yang berisi ciri khas budaya asing. Seperti budaya Jepang, Prancis, Tionghoa, dan Arab.
Sementara, dalam pameran budaya, juga aneka ragam seni budaya dipamerkan. Mulai masakan, pernak-pernik, demo kerajinan, kaligrafi, bazaar buku, dan sebagainya. Juga, ada acara pentas seni musik, teater, tarian dan puisi. Acara dialog budaya bersama Butet Kertaradjasa juga digelar pada 16 Maret pukul 11.00 di PPI Unibraw. (lia) http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=85118&c=88

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID