Prasetya Online

>

Berita UB

Senat Akademik Safari PTN-BH ke Tiga Perguruan Tinggi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 17 Desember 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 416

Kunjungan ke IPB
Kunjungan ke IPB
Berkenaan dengan rencana Universitas Brawijaya merubah statusnya, dari BLU (Badan Layanan Umum) ke PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri-Berbadan Hukum), Senat Akademik Universitas Brawijaya melakukan kunjungan safari ke tiga Universitas di Indonesia yaitu IPB, UI, dan USU. Kunjungan pertama dilakukan di Institut Pertanian Bogor pada (10/12/2018).

Rombongan Senat Akademik UB dalam kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Senat Akademik UB Prof. Dr. Ir. Arifin, MS didampingi Sekretaris Senat  Prof. Iwan Triyuwono, SE.,Ak., M.Ec., Ph.D. (FEB), ketua ketua Komisi dan sekretaris.

https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif
https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif
Dari Institut Pertanian Bogor, disambut oleh Ketua Prof. Dr. Tridoyo Kusumastanto dan  segenap jajaran senat akademik IPB. Dalam sambutannya, ketua Senat Akademik UB, Prof. Arifin mengungkapkan maksud tujuan rombongan, yaitu untuk mempelajari perkembangan IPB setelah melaksanakan PTN-BH. Terutama berkaitan dengan kondisi IPB setelah melaksanakan PTN-BH serta posisi senat akademik. Ketua Senat IPB dalam dialog tersebut mengawali penjelasannya tentang struktur organisasi senat IPB, khususnya berkaitan dengan Governance di tubuh Organisasi di IPB.

Kunjungan ke Senat UI
Kunjungan ke Senat UI
Governance di dalam PTN-BH menjadi hal penting karena akan menunjukkan susunan kewenangan dan fungsi masing-masing organ sebuah perguruan tinggi. Namun yang sangat krusial, sebagaimana penjelasan Ketua Senat IPB, pemahaman civitas akademika akan perubahan status ke PTN-BH. Disinilah makna pentingnya silaturahmi yang dilakukan tim PTN-BH maupun senat ke masing-masing anggota civitas akademika. Silaturahmi perlu dlakukan guna menjembatani perbedaan pendapat akan PTN-BH tersebut. Lebih lanjut dijelaskan tentang perkembangan statuta IPB.

Ketua Senat IPB menjelaskan tentang kebaikan dari PTN-BH secara Non-akademik antara lain bisa mengembangkan asset, sehingga memiliki kewenangan yang otonom. Selain itu, secara akademik, PTN-BH memiliki kewenangan yang lebih leluasa di dalam pengembangan akademik. 
Hari kedua, kegiatan safari dilanjutkan ke Senat Akademik Universitas Indonesia. Kunjungan disambut oleh Ketua Senat UI beserta ketua komisi. Dialog seputar kondisi peralihan ke PTN BH serta setelah PTN BH menjadi topik dalam diskusi.

Banyak pengalaman yang diperoleh dalam dialog tersebut, khususnya berkenaan dengan positif dan negatifnya perubahan perguruan tinggi ke PTN BH. Keberanian mencari sumber dana secara mandiri menjadi pembicaraan yang gayeng diakukan.

USU merupakan kunjungan terakhir dalam Safari senat Akademik UB. Kunjungan yang disambut di gedung senat USU, diterima oleh Ketua Senat USU, Prof. dr. Chairul Yoel, Sp.A (K) beserta jajaran senat USU.

Diawali dengan perkenalan dan pemberian gambaran Universitas Brawijaya oleh ketua senat akademik UB, yang kemudian dilanjutkan dengan dialog seputar PTN-BH di USU. 

Ketua senat USU dalam paparannya mengungkapkan akan status PTN-BH USU yang belum sepenuhnya memiliki otonomi. Banyak kendala yang dihadapi, khususnya berkenaan dengan otonomi dalam SDM dan keuangan. Menyikapi hal tersebut, tiga organ di USU (Wali Amanah, Senat, dan Rektor) melandasi kegiatannya dalam filosofi yang dikenal "Dalihan Na Tolu". Kondisi ini menjadikan tidak ada dominan di antara ketiga aktor.

Dari ketiga kunjugan yang dilakukan Senat Akademik UB, ada kata kunci yang dijadikan sandaran di dalam perubahan ke PTN-BH, yaitu pentingnya statuta Universitas. [Senat UB/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID