Prasetya Online

>

Berita UB

Semnas Pariwisata Digital

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 30 April 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 806

Semnas Pariwisata Digital
Semnas Pariwisata Digital
Untuk meningkatkan daya tarik wisatawan dibidang pariwisata pada era digital, program studi S1 Pariwisata Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menggelar Seminar Nasional Pariwisata Digital dengan mendatangkan Walikota Banjarmasin  H.Ibnu Sina, S.Pi,M.Si, Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata  dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pariwisata Indonesia Fransiskus Handok, S.ST.Par., M.Sc, serta Ketua Program Studi S1 Pariwisata FIA UB Dr. Sunarti., S,Sos., M.AB.

Seminar nasional tersebut digelar pada (25/4/2019) di Aula Gedung A FIA UB dengan tema "Implementasi Pariwisata Digital Pada Daya Saing Ekonomi dan Sosial Daerah" yang dihadiri oleh 200 mahasiswa yang terdiri dari 170 mahasiswa FIA UB dan 30 mahasiswa Banjarmasin.

"Kami sengaja menghadirkan bapak Walikota Banjarmasin yang menjadikan Banjarmasin sebagai smart city. Selain itu kami menghadirkan kementerian pariwisata dari sisi praktisinya agar dapat memberikan informasi kepada kita terkait bagaimana daya saing wisata di Indonesia. Karena 10 atau 15 tahun  kedepan, Indonesia berada ditangan anda.  Anda adalah orang-orang hebat yang akan meningkatkan wisatawan dalam industri pariwisata Indonesia. Semoga dengan seminar ini membawa kontribusi positif bagi diri kita masing-masing,"kata Dekan FIA UB Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara program studi pariwisata FIA UB dengan Pemkot Banjarmasin yang ditujukan untuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Bambang menambahkan pengabdian masyarakat sebagai poin ke tiga Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi langkah konkrit mahasiswa untuk terjun ke masyarakat guna mengimplementasikan disiplin ilmu yang sudah di terima.

Hal ini menjadi kontribusi nyata mahasiswa untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama. Khususnya untuk industri pariwisata negeri ini.

Pemateri pertama Fransiskus menyampaikan materi digitalisasi pariwisata meliputi pariwisata digital, perspektif strategi, dan komunikasi pemasaran di Indonesia.

Ia memaparkan bahwa Indonesia memiliki posisi yang strategis. Keunggulan komparatif inilah  sebagai pendorong pertumbuhan wisata alam di Indonesia.

Untuk mempromosikan wisata alam Indonesia pada era digitalisasi kementerian pariwisata akan mengimplementasikan tiga program prioritas untuk pariwisata Indonesia dimulai pada tahun 2017. Ketiga program tersebut adalah digital tourism (pariwisata digital), homestay (pondok wisata), dan konektivitas udara.

Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata Indonesia ke tingkat internasional.

Selain itu Ibnu Sina  sebagai Walikota Banjarmasin menyampaikan materi pengelolaan wisata Kota Banjarmasin dengan memperkenalkan Kota Banjarmasin yang memiliki posisi strategis di Indonesia. 

Banjarmasin terkenal sebagai kota sungai terindah di Indonesia yang juga dikenal dengan kota seribu sungai yang memiliki 102 sungai serta 185.303 km total panjang sungainya. Karena itu Pemkot Banjarmasin mengembangkan destinasi wisata berbasis sungai.

"Awalnya, sungai jadi masalah bagi Banjarmasin. Karena itu, sejak 2016 dirubah mindsetnya agar sungai adalah 'beranda depan' rumah. Maka sejak tiga tahun lalu bantaran sungai yang jadi slum area ditata destinasi wisatanya. Saat ini ada tambahan destinasi wisata sebanyak 36 destinasi wisata,"ungkapnya.

Sunarti sebagai kaprodi pariwisata mengatakan bahwa Indonesia memiliki  aset berupa lanscape yang luar biasa. Untuk memenuhi daya saing yang ada, harus memperhatikan beberapa hal, antaralain tourism value, focus, differentiation,dan  price.

Dan syarat destinasi ideal adalah  , Atraksi, Amenitas, Promosi, dan Pelaku Wisata.

"Berbeda dengan dengan minyak, minyak digali akan habis, pariwisata semakin digali semakin indah mempesona dan tidak akan habis. Agar pengunjung terkesan, berikan pengalaman yang tidak terlupakan, buat keunikan atau diferensiasi pada suatu destinasi wisata tersebut. Dan yang tidak kalah penting yakni menjalakan digital marketing agar konsumen memperoleh informasi tentang destinasi yang kita kembangkan secara cepat dan tepat," jelas Sunarti. (Vida/Kirana/Humas UB)

 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID