Prasetya Online

>

Berita UB

Semiotik, Nyawa Utama Komunikasi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafisip pada 23 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 230

Jejen Jaelani, S.S., M.Hum.
Jejen Jaelani, S.S., M.Hum.
Salah satu nyawa utama dari komunikasi adalah Semiotika. Demikian dikatakan Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Jejen Jaelani, S.S., M.Hum., dalam kuliah tamu di Auditorium Nuswantara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB), Rabu (23/5/2018). Dalam kesempatan tersebut, Jejen yang merupakan dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB tersebut menjadi pemateri yang diundang oleh dosen dalam tim KDK (Kelompok Dosen Keahlian) Kajian Media Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UB.

Semiotika merupakan ilmu tentang tanda dan bagaimana tanda bekerja dan hadir sebagai sebuah metafora. Semiotika adalah keilmuan yang sangat luas dan bisa menerabas ke banyak disiplin ilmu. Selain itu, semiotika juga bisa dikaitkan dengan kehidupan kita, yaitu tentang bagaimana semiotika diterapkan dalam kehidupan.

Jejen menceritakan pengalamannya dalam mendalami keilmuan di bidang Semiotik. Ia mengatakan bahwa sebelumnya dia adalah sarjana di bidang Sastra yang kemudian dipaksa perusahaannya untuk melanjutkan pendidikan magister di bidang Linguistik. Hal tersebut awalnya menjadi tekanan bagi Jejen, hingga akhirnya ketika mengerjakan tesisnya, ia menemukan ranahnya ketika membahas tentang hal-hal yang sifatnya struktur dan juga kehidupan secara luas.

"Kemudian saya merasa menjadi orang yang paling beruntung ambil linguistik, karena linguistic adalah basis dari semiotic. Saya merasa ini bidang saya, dan akhirnya saya fokus ke kajian Cultural Studies (CS) dengan metode utama semiotika," ujar Jejen yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Studi Kebudayaan ITB dan Penulis buku "Semiokata: Telaah Semiotik atas Fenomena Urban". [Charisma/Humas FISIP/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID