Prasetya Online

>

Berita UB

Seminar Nasional Peningkatan Riset dan Bisnis oleh BUA

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 05 Desember 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 1066

Dalam rangka peningkatan riset dan bisnis melalui inovasi teknologi, Badan Usaha Akademik Universitas Brawijaya (BUA UB) mengadakan Seminar Nasional bertajuk "Hilirisasi Inovasi Teknologi dan Start Up Bisnis" pada Senin (04/12/2017). Acara yang bertempat di Gedung Widyaloka ini menghadirkan empat pemateri, yakni Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc selaku Dirjen Kemenristekdikti; Salis Apriliyanto (alumni Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya), Adam Wijaya (alumni Jurusan Matematika) dan Prof. Drs. Gugus Irianto, MSA. Ph.D Selaku Direktur Utama BUA UB.

Dalam materi diskusi panel, Dimyati menjelaskan tentang kebijakan hilirisasi inovasi teknologi. Ia menilai pentingnya meningkatkan penelitian dan publikasi.

"Untuk meningkatkan penelitian, seharusnya proses tata kelola Research and Development (R&D) dipermudah," Jelas Nasir. Selain itu, Teaching Industry juga dinilai perlu untuk didorong dan dikawal oleh peneliti profesional yang berkompeten dibidangnya. Ada lima faktor yang menjadi kendala riset di Indonesia, diantaranya Sumber Daya Manusia, Manajemen, Lembaga, Anggaran, dan Relevansi.

Di UB sendiri, menurut Prof. Drs. Gugus Irianto, peningkatan kualitas penelitian perlu sinergi dengan industri agar dapat terealisasi menjadi produk. Salah satu penelitian yang kini telah menjadi produk adalah Atsiri. Produk Atsiri yang ditangani BUA menurutnya telah sejajar dengan kelas produk nasional.

"Produk-produk Atsiri ingin dijadikan sebagai lahan bisnis, namun prosesnya lumayan panjang dan memakan waktu. Sampai sekarang masih diproses," Tukas Gugus

Dalam dunia bisnis, Salis Aprilianto menganggap bahwa pertumbuhan bisnis di Indonesia perlu diselaraskan dengan peningkatan inovasi teknologi guna kemajuan usaha. Seperti halnya Salis yang memiliki komoditi lele dengan sekitar 20.000 kolam yang tersebar di seluruh Indonesia yang juga mengimplementasikan.

"Kendalanya adalah Sumber Daya Manusia, jadi saya merambah ke inovasi Internet of Things (IoT) untuk mereduksi SDM," Tukas Salis.

Sejalan dengan Salis, Adam Wijaya mengungkapkan bahwa untuk mendirikan sebuah usaha harus memiliki inovasi. "Ada tujuh kriteria bisnis, diantaranya kepeloporan, inovasi dan kualitas inti, layanan prima, nilai dengan pelanggan yang terus meningkat, membangun sinergi, terus menambah kemampuan, dan tentu saja ramah," tambah penggagas dan pemilik Green Nitrogen ini. [Afwega/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID