Prasetya Online

>

Berita UB

Seminar Internasional Pertanian Bersama BASF

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFP pada 16 Maret 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 750

Tim BASF Menjadi Pemateri Utama dalam Seminar Internasional Pertanian
Tim BASF Menjadi Pemateri Utama dalam Seminar Internasional Pertanian
Grup BASF yang tersebar di 17 negara dengan 100 situs produksi dan lebih dari 120 kantor pemasaran yang tersebar di Asia Pasifik menyadari bahwa crop protection sangatlah dibutuhkan. Hal ini disampaikan oleh Leon van Mullekom - Bussiness Area Director, Crop Protection BASF ASEAN di acara International Seminar on Agriculture. Ia menambahkan, di dunia, 20 hingga 40 persen panen gagal karena persaingan dengan tanaman gulma, penyakit tanaman, dan hama. "Tanpa perlindungan tanaman, angka tersebut akan meningkat dua kali lipat," kata Leon.

Ia menyampaikan, berbagai produk perlindungan tanaman dapat melindungi dari jamur penghasil mycotoxin yang beresiko terhadap manusia dan binatang. Secara global hanya tanaman sehat yang dapat secara efektif menggunakan pupuk dan air sekaligus manfaat dari pemuliaan tanaman modern.

Leon yang menyampaikan materi Knowing Global BASF Bussiness menambahkan, pemahaman akan pertanian yang sukses berubah seiring waktu, termasuk didalamnya perlindungan tanah dan air, penyerbuk dan keanekaragaman hayati, pengaturan kesehatan dan keselamatan, kualitas tinggi dan produktivitas. Sehingga, dengan semakin banyaknya manusia, luas lahan yang dapat digarap pun akan semakin berkurang.

International Seminar on Agriculture  merupakan salah satu rangkaian dari International Seminar TOP CIENCIA yang diadakan di Singhasari Resort dengan dihadiri lebih dari 120 mahasiswa S1, S2, S3 serta dosen dari FP UB di Gedung Baru lantai 5 pada Rabu (15/3/2017). Acara dibuka oleh Wakil Dekan I, Prof. Kuswanto dan Local Bussiness Manager PT. BASF Indonesia AP Division, Saurin Shah.

R&D Head BASF Asia Pasific, Edson Begliomini juga turut memberikan kuliah tamu dengan tema Innovation & Technology and Commitment in Research & Development. Dilanjutkan oleh Paramita Dewi selaku Head of HR admin & GA PT. BASF Indonesia yang memperkenalkan peluang karir di BASF Indonesia.

Pemateri dari Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UB, Dr. Syamsuddin Djauhari mengantar materi The Potential of Some Isolates of Streptomyces to Control Seedlings Diseases Caused by Sclerotium rolfsii. Kemudian Akira Kikuchi mengenalkan Environment Management yang dilakukan oleh Jepang saat ini. Menutup seminar, Rina Rachmawati, MP.,M.Eng menceritakan Entomopathogenic Fungi: Optimation of Growth & Secondary Metabolites Production and the Establishment of Endophytic EPF. [waw/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID