Prasetya Online

>

Berita UB

Seminar Aplikasi Bioteknologi Aquakultur

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 24 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2603

Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya menyelenggarakan Seminar Nasional "Aplikasi Bioteknologi Aquakultur", Kamis 24/2. Seminar berlangsung di gedung Serba Guna Graha Wisata Pasir Putih Situbondo, diikuti oleh puluhan pengusaha perikanan budidaya, LSM dan perusahaan swasta terkait, perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta dinas perikanan dan kelautan. Hadir sebagai pemateri yaitu, Dirjen Perikanan Budidaya, Ketua HPTS/APUI, direktur Tirta Grup serta tim peneliti dari Universitas Brawijaya.

Potensi belum termanfaatkan
Industri perikanan di Indonesia, saat ini masih merupakan kegiatan agribisnis yang memberi harapan besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sumber daya plasma nutfah (ikan, udang, kerang, dll) serta pemanfaatan bahan pangan, pakan, dan bahan bio-farmaka merupakan potensi yang dapat dikembangkan. Namun usaha memanfaatkan potensi ini masih mengalami beberapa kendala. Kendala yang dihadapi oleh usaha perikanan Indonesia diantaranya adalah menurunnya kualitas lingkungan perairan, dan kualitas benih seperti pertumbuhan yang tidak seragam atau rentannya benih terhadap penyakit.
Pemanfaatan bioteknologi, merupakan upaya yang dapat menyelesaikan masalah.  Demikian ungkap Ir. Sukoso MSc PhD, dosen Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya pada seminar nasional tersebut. Lebih lanjut diungkapkan bahwa, 40 hingga 60 milyar US dollar/tahun, potensi bioteknologi kelautan dan perikanan belum termanfaatkan secara optimal dalam industri pangan, pakan dan bio farmaka.
Dalam makalahnya yang berjudul "Potensi bioteknologi aquakultur, tinjauan permasalahan dan solusi berdasaarkan kajian bioteknologi", Sukoso menjelaskan bahwa upaya penyelesaian masalah genetik udang dan ikan dapat diperbaiki dengan memanfaatkan teknologi DNA. Masalah penyakit dapat diatasi dengan memanfaatkan probiotik, diaknostik kit, pemberian vaksin serta antibiotic, sementara masalah pakan dapat diatasi dengan melakukan immunostimultan dan masalah kualitas perairan dapat diatasi dengan menggunakan teknologi green water.
Kegiatan yang dibuka oleh Menteri Perikanan dan Kelautan, Ir. Freddy Numberi dan dihadiri oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, Dekan Fakultas Perikanan Ir. Murachman MSi, serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo ini merupakan kerjasama antara Pemkab Situbondo, Balai Budidaya Air Payau (BBAP), Himpunan Petani Tambak (HPTS), dan Asosiasi Pembenih Udang dan Ikan (APUI). Kegiatan diselenggarakan dalam rangka hari ulang tahun Fakultas Perikanan serta Dies Natalis Universitas Brawijaya ke-42, dan diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan industri pertambakan dan pembenihan, peneliti dan mahasiswa. [nik]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID