Prasetya Online

>

Berita UB

Semiloka Nasional Kepustakawanan Indonesia 2018

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 06 Juli 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 357

Call for Paper Semiloka Kepustakawanan Indonesia 2018
Call for Paper Semiloka Kepustakawanan Indonesia 2018
Konsep tata kelola informasi atau information governance menjadi terlihat "baru" karena perubahan-perubahan yang disebabkan penggunaan teknologi masa-kini, khususnya teknologi berbasis komputer atau teknologi digital. Pemahaman prinsipil tentang tata kelola informasi (information governance) awalnya diletakkan dalam konteks yang lebih luas yakni tata kelola (governance) yang mengandung makna bagaimana cara suatu bangsa mendistribusikan kekuasaan dan mengelola sumberdaya serta berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Dengan kata lain, dalam konsep tata kelola terkandung unsur demokratis, adil, transparan, rule of law, partisipasi dan kemitraan.

Jika kita menganggap bahwa masyarakat masa kini adalah "masyarakat informasi" maka sebenarnya secara langsung kita mengandaikan bahwa kegiatan mencari, mengumpulkan, dan menggunakan informasi sudah menjadi kegiatan utama di dalam masyarakat itu. Pada masyarakat  ini kompetensi informasi menjadi bekal hidup utama. Seseorang dapat berfungsi dan bertindak secara memadai di masyarakatnya jika dia punya kemampuan (ability), keterampilan (skill), dan kompetensi (competence) informasi.

Sebagai bagian dari sebuah institusi, maka kompetensi para professional informasi seperti pustakawan, manajer rekod, arsiparis, kurator, manajer pengetahuan/informasi, dokumentalis, pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) dan sebagainya dilihat sebagai bagian dari kerja, karena itu kompetensi pustakawan dilihat sebagai bagian dari profesionalisme.

Semiloka Kepustakawanan Indonesia 2018
Semiloka Kepustakawanan Indonesia 2018
Maka kini kita di Indonesia dapat memahami tata kelola informasi (information governance) sebagai bagian dari reformasi sektor publik dan pelibatan jaringan pembuatan kebijakan yang lebih luas. Walaupun juga demikian, pada umumnya kita mengenal tata kelola informasi dalam pengertian spesifik dan teknis. Ada beberapa aspek fundamental yang masih perlu kita pahami dalam peran bagi lembaga dokumenter sekaligus sebagai lembaga publik di Indonesia saat ini seperti perpustakaan, pusat rekod, depo arsip, pusat dokumentasi, museum dan sebagainya, khususnya ketika pembangunan bangsa baik dari segi konektivitas Lembaga, keterbukaan Informasi publik dan diseminasi Pengetahuan serta tata kelola informasi itu sendiri saat ini dapat dilihat sebagai kesatuan yang tak terpisahkan. Diperlukan berbagai pendekatan untuk memahami beberapa peran itu, khususnya untuk memfokuskan perhatian kita kepada tradisi pustaka dan profesi pustakawan. Karena kesimpulan sementara, persoalan inti dalam kompetensi dan profesionalisme akan amat berperan dalam proses transfomasi dan reformasi yang menjadi penggerak utama dari penerapan tata kelola informasi. Persoalan inilah yang harus mendapat perhatian penuh dunia kepustakawanan Indonesia saat ini. Dengan kata lain, kompetensi dan profesionalisme para pekerja informasi sebenarnya berada di titik sentral dari paradigma tata kelola (governance).

Tahun 2018 ini, sesuai dengan visi misi dan tanggung jawab keilmuwan pada Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB), bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII) serta Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI), akan menyelenggarakn Semiloka Nasional Kepustakawanan Indonesia 2018 dengan Tema Besar "Tata Kelola Informasi : Konektivitas Lembaga, Keterbukaan Informasi Publik dan Diseminasi Pengetahuan."

Tiga kegiatan dalam semiloka ini adalah seminar nasional, lokakarya nasional serta training. Seminar Nasional diisi oleh narasumber kunci (keynote speakers) dan narasumber utama (invited speakers), serta diskusi yang dipresentasikan oleh para pemakalah yang berasal  dari  hasil  seleksi  call  for  paper. Ini merupakan kegiatan utama dari rangkaian kegiatan yang dilakukan selama tiga hari (5-7/Sep/2018).

Lokakarya Nasional akan memberikan tiga pilihan kelas yang menggambarkan ranah kajian yang dapat diikuti oleh peserta terutama dalam rangka peningkatan softskills di bidang perpustakaan, informasi, arsip, dan teknologi informasi. Ketiga kelas tersebut meliputi kelas keilmuan perpustakaan dan informasi, kelas kajian perpustakaan perguruan tinggi dan kelas kajian informasi publik.

Sementara untuk pelatihan (training), peserta akan dipandu oleh fasilitator yang kompeten di bidangnya. Tema training ini meliputi Pustakawan Meneliti (Research Skills, originality, and information literacy), Implementasi Knowledge Management di Dunia Bisnis dan Pendidikan, Design Thinking for Libraries serta Digital Literacy dan Strategi Pemanfaatan Sumber Informasi Digital. [Hendrawan/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID