Prasetya Online

>

Berita UB

Sekolah Advokasi: Semangat Mengabdi dan Bermanfaat Untuk Masyarakat

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh humas3 pada 21 April 2014 | Komentar : 0 | Dilihat : 2867

Berbeda dengan provokasi, advokasi adalah membantu orang lain secara tindakan. Upaya ini signifikan diantaranya untuk mengakomodir mahasiswa yang kesulitan finansial dan membutuhkan beasiswa. Asrizal, Ketua Pelaksana "Sekolah Advokasi: Semangat Mengabdi dan Bermanfaat Untuk Masyarakat"menyampaikan hal ini kepada PRASETYA Online pada Jum'at (18/4). Sekolah advokasi merupakan program kerja Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM-UB) 2014. Kegiatan ini diikuti 300-350 mahasiswa perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Sebagai pembekalan, kepada peserta diberikan beberapa materi yakni informasi beasiswa PPA dan BBP-PPA, Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Cara Mengadvokasi.

Asrizal yang juga mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) angkatan 2013, menyatakan selama ini advokasi yang diusahakan mahasiswa berjalan efektif. Berdasar aduan maupun informasi dari mulut ke mulut atau media sosial, EM-UB kemudian memproses dengan berbagai teknik audiensi, termasuk lobby ke pihak rektorat. "Kami banyak membangun komunikasi dengan birokrat di rektorat utamanya kemahasiswaan lantai 3," kata Ijang, demikian ia biasa disapa.

Sejak 3 bulan aktif sebagai staf Kementerian Advokesma, Ijang mengaku telah mengadvokasi beberapa kasus seperti pindah pilih Pemilu, lingkar advo serta beasiswa PPA/BBP-PPA. Selain itu, ia menggarisbawahi beberapa kasus seperti dana bidik misi yang menurutnya diperlambat rektorat, penerima beasiswa yang tidak tepat sasaran serta pemalsuan data. [denok]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID