Prasetya Online

>

Berita UB

Sebanyak 175 Kelompok Ikuti Monev Internal PKM 2018

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ronnysetiantoko pada 17 Juli 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 225

Salah satu peserta Monev Internal PKM 2018
Salah satu peserta Monev Internal PKM 2018
Berkaitan dengan Mahasiswa Universitas Brawijaya yang lolos PKM dan mendapat pendananan dari Belmawa Kemenristekdikti, pada Sabtu (14/7/2018), Bagian Kemahasiswaan UB menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal PKM yang pelaksanaannya berlangsung di Gedung Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB.

Pada tahun ini sebanyak 175 kelompok PKM UB yang dinyatakan lolos, lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya 125 tim. Yang nantinya akan dikirim untuk mengikuti ajang Pimnas.

Ditemui PRASETYA, Ketua Pelaksana yang juga Wakil Dekan III Bidang kemahasiswaan FTP UB,Yusuf Hendrawan,, STP. M.App.Life.Sc. PhD menjelaskan bahwa persiapan Pimnas sendiri pelaksanaannya seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana didahului dengan ekspo, monev internal serta dilanjutkan dengan monev eksternal.

"Untuk monev internalnya dilaksanakan hari ini dengan reviewer dari Tim kita sendiri sedangkan monev eksternalnya sama seperti tahun kemarin, dimana nanti karena kita ada penambahan tim menjadi 175 tim, lebih banyak dari tahun kemarin yang hanya 125 tim, sehingga kalau tahun kemarin bisa selesai satu hari untuk tahun ini kita perlu dua hari untuk memonev 175 tim. " jelas Yusuf.

Ditambahkan Yusuf, untuk seleksinya sendiri awalanya, karena UB telah mencetak Hatrik Pimnas, diwacanakan seharusnya Pialanya ganti kemudian untuk aturan Pimnasnya juga seharusnya berubah, dimana dengan 20 kelas Pimnas, maksimal tim yang boleh dikirimkan oleh Perguruan Tinggi itu hanya 20 atau menjadi satu tim per kelas.

"Namun munkin ada beberapa kendala, pedomannya masih belum tersusun sehingga kita kembali lagi ke aturan yang sebelum-belumnya seperti tahun kemarin. Jadi siapapun tim yang nilainya lebih dari 600 maka dia otomatis lolos ke Pimnas, sebanyak apapun itu," ungkapnya.

UB sendiri sangat optimmis, walaupun dibanding dengan tahun lalu kendalanya yang dihadapi lebih berat tahun ini. Diantaranya keterlambatan/molornya pengumuman yang dikeluarkan Dikti, serta adanya libur lebaran dan libur semester yang mengakibatkan kendala bagi mahasiswa untuk menyelesaikan PKM mereka.

"Kedepan nantinya juga akan diadakan karantina, kita lihat apakah kita perlukan beberapa strategi selain dari pada karantina yang nanti akan kita ambil. Karena memang kesiapan anak-anak ini alatnya kalau yang  tahun lalu bisa sampai 90% semua karena memang tidak terkendala apa-apa. Tetapi untuk tahun ini sekiranya saya lihat alatnya masih 80%-85% sehingga masih belum matang betul. Sehingga saya kira perlu strategi yang lain untuk mereka lebih baik lagi dan siap untuk kompetisi di ajang Pimnas, " pungkas Yusuf. [ronny]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID