Prasetya Online

>

Berita UB

SOFA-EBI: Solusi Probiotik dalam Pencegahan Vibriosis pada Udang

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 28 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 802

Tim Sofa-ebi
Tim Sofa-ebi
Udang vaname merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya unggulan untuk ekspor. Karena itu, pemerintah melakukan upaya peningkatan produksi udang dengan mengoptimalkan luas area tambak hingga lebih dari 20.000 Ha. Dalam bidang akuakultur, diterapkan sistem intensifikasi untuk udang jenis ini. Di sisi lain, sistem ini mengakibatkan adanya penurunan kualitas air dan meningkatkan terjadinya infeksi penyakit.

Salah satu penyakitnya yaitu Vibriosis yang diakibatkan oleh bakteri Vibrio harveyii. Vibriosis pada udang bersifat akut dan dapat mematikan udang dalam waktu 1 (satu) sampai 3 (tiga) hari, sehingga sangat merugikan petambak udang. Aplikasi probiotik Bacillus terbukti bisa menjadi alternatif jalan keluar pengganti antibiotik yang biasa digunakan untuk menurunkan penyakit Vibriosis dan meningkatkan produksi.

Sayangnya, Bacillus dalam probiotik pada umumnya berbentuk sel vegetatif yang tidak stabil dalam penyimpanan, sehingga jumlah bakteri akan menurun seiring dengan lama penyimpanannya. Oleh sebab itu diperlukan Bacillus dalam bentuk spora yang lebih stabil dan belum banyak dievaluasi khususnya untuk ikan dan udang.

Soda-Ebi karya mahasiswa FPIK
Soda-Ebi karya mahasiswa FPIK
Berdasarkan hal tersebut 3 (tiga) peneliti muda Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya yaitu Khalid Amjad (Budidaya Perairan 2014), Shilvia Astriyanti (Manajemen Sumber Daya Perairan 2014), dan M. Miftahul Bayyan (Ilmu Kelautan 2015) dibawah bimbingan Dr. Ating Yuniarti, S.Pi. M.Aqua melakukan penelitian berjudul SOFA-EBI (Spore Forming Bacteria as Environmentally Control of Vibriosis): Pengembangan Probiotik Berbasis Spora dari Bacillus sp. sebagai Biokontrol Penyakit Vibriosis pada Udang Vaname (Litopanaeus vannamei).

Penelitian ini bertujuan mendapatkan karakter produksi spora media produksi (ratio C:N, suhu, dan pH) yang optimal untuk produksi spora dan aplikasinya sebagai probion unggul pada akuakultur. Untuk meningkatkan nilai ekonomis dari probiotik, maka digunakan media produksi (spore carrier) dari bahan lokal yang tersedia melimpah dan cukup murah seperti tepung tapioka, ubi jalar dan jagung. Kemudian dievaluasi daya simpan spora pada suhu dan periode yang berbeda. Hasil penelitian didapatkan spora mampu mempertahankan kepadatan bakterinya dengan spore carrier jenis tepung jagung. [Shilvia/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID