Prasetya Online

>

Berita UB

Rumah Ikan Sebagai Solusi peningkatan Pendapatan Nelayan Sendang Biru

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh siti-rahma pada 26 Februari 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 1344

Peningkatan jumlah penduduk yang tidak didukung dengan ketersediaan lahan dan lapangan pekerjaan menyebabkan berbagai keterhambatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, pertumbuhan penduduk yang cepat ini tidak didukung dengan pemahaman masyarakat pada pentingnya kesadaran akan fungsi lingkungan dan pemanfaatannya secara bijak. Sebagai akibatnya, kerusakan lingkungan terjadi tidak hanya di daratan tapi juga di lautan.

Kerusakan lingkungan ini dapat dilihat mulai dari hulu (misal: hutan) sampai ke hilir (misal: pesisir dan laut). Kerusakan hutan diketahui merupakan awal dari kerusakan pesisir dan lautan. Indonesia dan Jawa Timur khususnya, kerusakan hutan semakin nyata terjadi setelah reformasi 1998. Pasalnya, sejak saat tersebut ada kecenderungan masyarakat ingin mengaktualisasikan kebebasan, termasuk kebebasan memiliki yang hampir tidak terbatas, termasuk bebasnya melakukan pembalakan hutan.

Sebagai akibatnya, hutan sebagai tempat hidup, asuhan, dan memijah bagi berbagai biota termasuk ikan dan biota laut lainnya menjadi terganggu. Ketika kondisi lingkungan bagus, ikan dan biota laut lainnya sangat mudah ditemukan dan dapat ditangkap di sekitar pantai. Namun akhir-akhir ini, ikan dan biota laut tersebut sudah sangat sulit ditemukan di wilayah kurang dari 5 mil. Hal ini berdampak pada penurunan pendapatan nelayan di wilayah Malang Selatan dan Pantai Sendang Biru pada khususnya.https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif
https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif

Sebagai salah satu kampus yang terletak di Kota Malang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) mempunyai tanggungjawab dalam membantu memecahkan permasalahan masyarakat nelayan di Malang Selatan. Melalui dana hibah kompetitif Iptek Bagi masyarakat Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (IbM Kemenristek Dikti) tahun anggaran 2017 yang berjudul "IbM Rumah Ikan di Sendang Biru Malang Selatan" dosen FPIK turut berkontribusi kepada masyarakat. Dosen FPIK yang diketuai oleh Ir. Aida Sartimbul, M.Sc., Ph.D dan anggota Feni Iranawati, S.Pi., M.Si., Ph.D, dan Ledyane Ika Harlyan, S.Pi., M.Sc memberikan bantuan 1 (satu) unit rumah ikan bagi dua kelompok nelayan di Sendang Biru, yaitu kelompok nelayan Mina Rukun dan Dayung Maju.

Pemberian bantuan ini dimulai dengan penentuan lokasi, pembuatan desain rumah ikan, pembuatan rumah ikan, pelepasan ke laut, pelatihan pembukuan hasil tangkap, dan monitoring serta evaluasi. Rangkaian kegiatan ini dimulai pada bulan Juli dan berakhir pada bulan Nopember 2017.

Keunggulan rumah ikan yang dibuat ini adalah berbahan cukup sederhana dan relatif mudah didapat, yaitu tali, pelampung (strerofoam), pemberat (semen cor), rumbai (jaring dan daun kelapa) dari jaring dan selang pengikat. Rumah ikan ini dilepas pada kedalaman antara 1000-2000 m. Pembuatan dan pelepasan rumah ikan melibatkan peneliti, 2 kelompok nelayan (20 orang), dan para mahasiswa FPIK-UB yang melakukan Praktek Kerja Magang (PKM) di Sendang Biru. Pelepasan dilakukan cukup jauh dari pesisir yaitu sekitar 20 mil atau terletak pada 8˚LS dengan mengunakan kapal.

Setelah dilepas ke laut, rumah ikan ini akan dikelola dan diawasi oleh kedua kelompok nelayan tersebut dan juga akan dibantu pengawasannya oleh kelompok masyarakat pengawas (POKMASWAS) setempat secara bergiliran.

Agar nelayan dapat mengetahui kepastian pendapatannya, selain diberikan bantuan berupa rumah ikan pada para nelayan, para istri nelayan juga dibekali pelatihan dan pendampingan dalam pencatatan hasil tangkapan, pengelolaan keuangan, dan juga pembekalan pengolahan ikan hasil tangkapannya. Pada akhir kegiatan ini diperoleh penambahan 1 unit rumah ikan, 1 peta batimetri Sendang Biru,  peningkatan penangkapan nelayan sekitar 100 kg/trip, peningkatan keterampilan para istri nelayan dalam pencatatan hasil tangkap, pengelolaan keuangan dan kemampuan pengolahan hasil tangkapan.

Melihat dampak positif keberadaan rumah ikan serta sebagai adaptasi dan mitigasi iklim yang semakin tidak pasti, nelayan Sendang Biru sangat mengharapkan adanya penambahan rumah ikan di Sendang Biru di masa yang akan datang [AS-FPIKUB/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID