Prasetya Online

>

Berita UB

Rencana Merger Akper Kota Pasuruan ke UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 21 April 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 300

Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kota Pasuruan berencana untuk melakukan merger dengan Universitas Brawijaya (UB). Hal ini menindaklanjuti kebijakan baru pengalihan kewenangan pengelolaan akper dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat (Kemenkes/Kemenristek Dikti). Guna membahas rencana merger ini, Walikota Pasuruan Drs. H. Setiyono, M.Si beserta jajaran mengunjungi UB pada Selasa (10/Apr/2017). Kunjungan ini diterima Rektor Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS bersama Dekan Fakultas Kedokteran Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes di gedung rektorat.

Pengalihan kewenangan pengelolaan ini, menurut Setiyono berimbas pada kebingungan status Akper. Setiyono menyampaikan, beberapa opsi pengelolaan Akper adalah merger ke perguruan tinggi terdekat, merger ke Poltekkes Kemenkes, dibentuk sebagai UPT Badan Diklat atau pendirian yayasan. "Mau dibentuk yayasan terbentur aturan, kami mempertimbangkan untuk bergabung ke UB," kata dia.

Akper ini didirikan oleh Pemerintah Kota Pasuruan dibawah naungan Dinas Kesehatan. Berdiri pada 1989, Akper Pemerintah Kota Pasuruan dinilai menjadi salah satu perguruan tinggi di Kota Pasuruan yang memiliki perkembangan pesat. Saat ini Akper Kota Pasuruan memiliki 375 mahasiswa, dengan penerimaan 120 mahasiswa dari 500 pendaftar tiap tahunnya.

Lebih jauh, Setiyono mengakui keberadaan Akper mendukung perkembangan Kota Pasuruan. Selain Akper, ada beberapa perguruan tinggi lain di Kota tersebut seperti Universitas Merdeka Pasuruan dan STKIP PGRI Pasuruan. Jika memungkinkan, pihaknya bahkan berencana untuk menjadikan kawasan di sekitar kampus Akper Kota Pasuruan masuk site plan kawasan pendidikan pada RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah).

Terhadap rencana merger ini, Rektor UB Prof. Bisri merespon positif. Hanya saja pihaknya membutuhkan kejelasan mandat dari berbagai pihak, baik Pemerintah Kota Pasuruan maupun pemerintah pusat (Kemenristek Dikti). Lebih jauh, Bisri berharap tidak hanya sekedar merger tetapi ada pengembangan menuju kemandirian dengan dukungan infrastruktur seperti gedung dan sarana prasarana yang mumpuni.

Bisri menjelaskan, jika digabung dengan UB, maka secara struktural Akper akan dimasukkan ke Program Vokasi dengan supervisi, pengelolaan internal dan penjaminan mutu dari Fakultas Kedokteran. Untuk mendapatkan kejelasan, Bisri mengaku membutuhkan visitasi lapangan guna melakukan verifikasi baik kepada Akper maupun rumah sakit pendukungnya. "Prinsipnya kami menerima, namun kami masih membutuhkan data, informasi teknis, identifikasi daya dukung serta persetujuan senat Fakultas Kedokteran dan Direktur program vokasi," kata Guru Besar Teknik Pengairan ini.

Selain Akper Kota Pasuruan, permintaan merger ke UB juga sempat diajukan oleh Akper Kota Trenggalek. [denok/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID