Prasetya Online

>

Berita UB

Rembug Nasional IKA UB, Wadah Menuju Generasi Emas 2050

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh zenefale pada 05 November 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 234

Rembug nasional IKA UB, menjadi wadah bagi pakar kesehatan dan akademisi untuk menyusun kebijakan dalam menanggulangi NCD
Rembug nasional IKA UB, menjadi wadah bagi pakar kesehatan dan akademisi untuk menyusun kebijakan dalam menanggulangi NCD
Seiring perkembangan era globalisas yang serba bebas, menyelamatkan generasi milenial nampaknya tidak hanya dengan menunjukkan langkah-langkah melalui pengembangan sistem pendidikan, namun juga yang tak kalah penting adalah dengan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kesehatan menjadi perhatian utama khususnya bagi perguruan tinggi. Penderita penyakit-penyakit tidak menular saat ini mulai banyak diderita oleh generasi milenial. Dengan latar belakang inilah Universitas Brawijaya menggelar Rembug Nasional bersama Menristekdikti dan Menteri Kesehatan dalam Reuni Akbar Ikatan Alumni UB yang digelar ballroom Grand Sahid, Jakarta, (3/10).

Acara yang bertajuk "Menyelamatkan Generasi Milenial dari Penyakit tidak Menular" ini merupakan wujud untuk mempersiapkan generasi emas tahun 2050. Tidak hanya dihadiri oleh pakar kesehatan maupun akademisi dari FK UB, namun juga banyak dari alumnus UB yang juga perduli dengan permasalahan tersebut. Tema ini sendiri dipilih karena berdasarkan data kematian terbesar masyarakat Indonesia justru disebabkan penyakit tidak menular atau Non Communicable Desease (NCD). "Angka kematian penderita penyakit ini meningkat drastis dari 58% dari tahun 2010 menjadi 71% ditahun 2014. Melihat peningkatan kematian yang signifikan terhadapa penyakit tidak menular, generasi milenial dituntut untuk lebih sadar agar terhindar dari masalah itu. " ujar Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS selaku Rektor UB.

Melalui rembug nasional ini, UB dan para peserta rapat diharapkan dapat memberikan rekomendasi terhadap penanggulangan ancaman penyakit tidak menular, salah satunya dengan menggalakan gaya hidup sehat sejak usia muda. Penyakit seperti jantung, darah tinggi, stroke, diabetes tidak hanya menjangkiti masyarakat di usia tua namun juga mulai merambah ke generasi muda. Bahkan gaya hidup yang tidak sehat juga sudah terlihat banyak di kalangan remaja. Pola makan yang tidak tepat, minimnya aktivitas olahraga, kurangnya kepedulian terhadap lingkungan hingga bahan makanan yang akan dikonsumsi.  "Untuk mencegah hal tersebut, kami semua mengadakan sosialisasi dengan melibatkan banyak pakar kesehatan, ahli gizi dan stakeholder yang terkait didalamnya," tambahnya.

Rektor UB juga sangat mengapresiasi program-program yang telah dicanangkan oleh IKA UB dalam menyambut Dies Natalis UB ke 56. IKA UB telah melakukan kegiatan sosial kepada masyarakat, mulai donor darah, menyelamatkan air, bantuan sosial terhadap bencana lombok hingga rembug nasional bersama lapisan masyarakat. "Tentu saja, dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Indonesia, UB berharap mampu para akademis beserta lulusannya dapat memberikan kontribusi dan solusi terhadap permasalahan-permasalahan tersebut melalui sumbangan pemikiran, kebijakan hingga pengabdian, tambahnya.

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID