Prasetya Online

>

Berita UB

Rektor UB Meresmikan Pusat Kopi UB Forest

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 21 Desember 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 812

Pusat Kopi UB Forest
Pusat Kopi UB Forest
Rektor UB meresmikan Pusat Kopi UB Forest di Sumberwangi, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, Sabtu (2/12/2017). Proses peresmian  ditandatangani oleh Rektor UB, Prof. M . Bisri.

Peresmian ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Dirjen KLHK, Bupati Malang, Walikota Batu, dan Rektor UM.

Data panen kopi UB Forest tahun 2017 adalah 23 Ton petik merah yang terdiri dari 10 ton Kopi Arabika dan 13 ton Kopi Robusta. Proses pengolahan kopi ini sengaja ditempatkan di tengah hutan UB Forest untuk memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar dan mendekatkan mahasiswa dan peniliti di hutan tersebut.

Direktur UB Forest Prof. Eko Ganis dalam sambutannya mengatakan kopi dari UB Forest bisa menjadi contoh keluaran produk dari hutan dan harus sudah menjadi produk akhir ke end-users, bukan lagi dalam bentuk bahan mentah.

"Pusat kopi UB Forest diharapkan bisa menumbuhkan motivasi untuk dapat membuat produk jadi yang kreatif dan inovatif, setiap periode akan terus dievaluasi inovasi nya dan hasil panen kopi nya,"kata Prof Eko Ganis.

Sementara itu, Rektor UB Prof. Bisri berpesan agar pusat pengolahan kopi tetap berada di dalam kawasan hutan UB Forest sehingga bisa dimanfaatkan secara ekonomi untuk masyarakat hutan.

Dalam kesempatan itu ADM Perhutani Malang, Dr. Arif Herlambang sangat tertarik dengan konsep Pusat Kopi UB Forest menjadi pusat pelatihan model pengolahan kopi nasional di hutan. Konsep ini adalah satu-satunya konsep di Indonesia bahkan di dunia.

Arif juga akan mendatangkan para pengurus dan anggota Lembaga Masyarakat Daerah Hutan (LMDH) untuk menimba ilmu pengolahan kopi di UB Forest.

Dengan di resmikannya Pusat Kopi UB Forest di tengah hutan, diharapkan para mahasiswa dapat mengembangkan produk kopi yang telah ada menjadi produk baru dengan inovasi yang belum pernah ada sebelumnya.

Selain mahasiswa, peneliti juga diharapkan dapat membuat inovasi varietas kopi yang baru yang dapat diterima oleh masyarakat di seluruh Indonesia. UB Forest akan terus berkomitmen mempertahankan Kopi UB Forest nya ditanam secara organik, tanpa memanfaatkan pupuk yang berbahan olahan kimiawi.

Pusat Kopi UB Forest ini melibatkan multidisiplin dalam pengembangan nya sejalan dengan keberagaman fakultas dan program studi yang ada di UB.

"Ke depan keterlibatan luas Fakultas yang ada di UB, seperti Fakultas tersebut adalah Fak Pertanian, Fak Teknologi Pertanian, Fak Kedokteran dengan ilmu Gizi dan Farmasi nya, Fak Ekonomi dan Bisnis, Fak Ilmu Komputer dengan aplikasi teknologi nya, Fak Ilmu Administrasi, dan Vokasi terus. Ini merupakan keunggulan Pusat Kopi UB Forest dibandingkan dengan Pusat Kopi yang lain,"kata Prof Eko Ganis..

Pada acara peresmian tersebut, para Guru Besar, anggota senat dan undangan diberikan jamuan kopi natural Arabika dan Robusta UB Forest. Pengolahan kopi secara alami dengan suasana dan kelembaban di hutan menjadi daya tarik dan keunggulan kopi UB Forest ini. Air yang digunakan dalam proses produksi pun menggunakan air sumber dari Gunung Arjuna dan ini memberikan taste yang sangat khas UB Forest. [Eko Ganis/Humas UB]

 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID