Prasetya Online

>

Berita UB

Rektor Sampaikan Pidato Pembukaan Simposium Internasional di ABEST21, Tokyo

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh humas3 pada 23 Maret 2011 | Komentar : 0 | Dilihat : 8535

Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito
Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito
Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito menyampaikan pidato pembukaan pada simposium internasional yang dilaksanakan oleh ABEST21 (The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st century organisation) di Tokyo,Jepang, Sabtu (5/3). Simposium International tersebut merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan ABEST21 yang dilaksanakan pada 3-5 Maret 2011, didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (MEXT) Jepang.

Rektor  menyampaikan penghargaan kepada ABEST21 atas kesempatan menyampaikan pandangan pada pembukaan simposium tersebut. Dan atas upaya ABEST21 yang secara berkelanjutan berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan bisnis melalui kegiatan akreditasi maupun simposium pengembangan pendidikan tinggi.   Selaras dengan tema simposium "Nurturing Management Professionals and Developing MBA programs in a Globalizing World", Rektor  menegaskan bahwa pengembangan manajer profesional semakin penting artinya ditengah perubahan yang turbulen.

"Perubahan yang sangat cepat pada gilirannya menciptakan ketidakpastian dan menumbuhkan tantangan yang sangat dinamis.  Disinilah peran kita sebagai pengelola pendidikan tinggi untuk dapat mempersiapkan dan memfasilitasi manajer/pemimpin menimba ilmu terbaik, mengembangkan jaringan, dan mengasah kreativitas dan kearifan dalam mengahadapi beragam permasalahan", demikian tegas Rektor.     

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa untuk maksud tersebut, maka langkah yang terbaik adalah dengan terus menerus mengembangkan kolaborasi antar business school lintas perguruan tinggi. Melalui kolaborasi yang didalamnya dapat mencakup pertukaran tenaga ahli, ilmu pengetahuan, dan sumberdaya lainnya akan lebih memudahkan dan mempercepat proses tercapainya tujuan bersama.

Di akhir sambutannya, ia menekankan pentingnya penanaman jiwa kewirausahaan multikulturalisme, dan spiritual insight bagi pengembangan manajer profesional.  "Hemat saya, tiga hal tersebut merupakan jiwa dari kompetensi manajerial yang akan memberikan cahaya bagi perjalanan seorang manajer dalam mengelola bisnisnya, " ujar Rektor.  Dalam hal ini, UB telah melangkah jauh dengan dicanangkan sebagai World Class Entrepreneurial University pada tahun 2009 oleh Wapres RI. Diikuti dengan kolaborasi dengan University of Twente di Belanda, dan Waseda University di Jepang, untuk mengembangakan program entrepreneurship.  Pada bagian penutup sambutannya Rektor UB mengharapkan bahwa forum ABEST21 ini kelak dapat dilaksanakan di Universitas Brawijaya.

Berdasarkan penjelasan Dekan FE Gugus Irianto PhD, simposium internasional tersebut diikuti peserta perguruan tinggi dan kalangan industri dari 12 negara (maju dan berkembang) dan didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah raga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (MEXT) Jepang.  Dari kalangan industri yang memberikan prasaran antara lain Director dan Corporate Executive Vice President Toshiba Corporation, Kazuo Tanigawa dan Senior General Manager, Global Human Resources Development Division, Sony Corporation, Osamu Kishimoto.  Sementara dari unsur perguruan tinggi selain Universitas Brawijaya, hadir perwakilan perguruan tinggi yang merupakan anggota ABEST21, antara lain dari, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Kyoto University, Nanzan University, Kwansei Gakuin University, Aoyama Gakuin University (Jepang), College of William and Mary (USA), Moscow State University (Rusia), Bharathiar University, India, Sido-Kanhu Murmu University, India, Fudan University (China), Chiang Mai University (Thailand), Sungkyunkwan University ( Korea Selatan), University of Newcastle (Australia) dan University of South Australia, SP Jain Center of Management (Singapore), Management and Science University, Malaysia, Tunku Abdul Rahman University (Malaysia), dan International Islamic University Malaysia.

Penandatanganan Kerjasama Internasional

dari kiri : Ali Khatibi, PhD (Dean, Graduate School MSU), Dato’ Wira Mohd. Shukri Ab. Yajid, PhD (President, MSU), Prof. Dr. Yogi Sugito (Rektor UB), dan Gugus Irianto, PhD (Dekan FEUB), usai penandatangan MOU antara dua universitas di Tokyo
dari kiri : Ali Khatibi, PhD (Dean, Graduate School MSU), Dato’ Wira Mohd. Shukri Ab. Yajid, PhD (President, MSU), Prof. Dr. Yogi Sugito (Rektor UB), dan Gugus Irianto, PhD (Dekan FEUB), usai penandatangan MOU antara dua universitas di Tokyo
Momentum strategis di forum ABEST21 juga digunakan untuk mengembangkan kerjasama internasional UB dengan Perguruan Tinggi lain sesama anggota ABEST21.  Pada kesempatan tersebut Rektor Prof. Dr. Yogi Sugito menandatangani naskah kerjasama internasional dengan President Management and Science University (MSU) Malaysia, Dato' Wira Mohd. Shukri Ab. Yajid, PhD, masing-masing didampingi Dekan Fakultas Ekonomi UB dan Dekan Graduate School MSU.

"Penjajagan kerjasama kelembagaan antar anggota ABEST21 telah kami rintis dengan seksama sejak tahun 2010 yang lalu.  Salah satu langkah awal adalah dengan Management and Science University (MSU) Malaysia,"  demikian dijelaskan oleh Gugus Irianto, PhD.  Lebih lanjut disampaikan bahwa kerjasama internasional ini awalnya dirancang hanya antara dua fakultas. "Namun, dengan berbagai pertimbangan seksama kami sepakati lebih baik diangkat di tingkat universitas agar memungkinkan kerjasama antar fakultas di kedua universitas," ungkapnya. 

Kerjasama yang disepakati meliputi 4 (empat) aspek antara lain, (1) exchange students, (2) mutual visits of scholars and researchers, (3) exchange of educational resource materials and publications, dan (4) implementation of joint courses, symposia, and conferences. (gi/ai)

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID