Prasetya Online

>

Berita UB

Rektor Berharap Data Internal UB Bisa Diperbarui

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 04 April 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 718

Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Kusmartono mendamping Rektor UB Prof Bisri Dalam Rapat Laporan Pangkalan Data Perguruan Tinggi
Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Kusmartono mendamping Rektor UB Prof Bisri Dalam Rapat Laporan Pangkalan Data Perguruan Tinggi
Rektor Prof M. Bisri berharap agar data internal yang dimiliki Universitas Brawijaya (UB) bisa tertata dan diupdate. Demikian dikatakannya dalam Rapat Kerja Pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT), Sabtu (1/4/2017).
Bisri menjelaskan selama ini banyak data fakultas yang masih belum ter update, contohnya adalah jumlah dosen. Hal ini tentunya, berpengaruh terhadap akreditasi program studi.
"BAN PT sudah melakukan visitasi, namun tidak akan melanjutkan akreditasi selama PDPT tidak lengkap. Salah satunya karena homebase dosen masih tiga bahkan ada yang dibawahnya,"kata Bisri.
Bisri menambahkan bahwa homebase dosen yang seharusnya dimiliki setiap prodi adalah enam sesuai kualifikasi Sumber Daya Manusia. Namun kenyatannya, masih banyak homebase dosen yang jumlahnya masih ada dibawah standar bahkan ada yang hanya tiga."Hal ini tentu berpengaruh terhadap akreditasi prodi,"kata Bisri.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bisri berharap prodi yang memiliki homebase dosen diatas standar bisa memberikan sebagian homebase kepada prodi lain yang homebase dosennya masih belum memenuhi standar.
Apa yang dikemukakan oleh Bisri, mendapat tanggapan Kepala Subdirektorat Kompetensi Sumber Daya Manusia, Mulyono, SH., MM.
Dia mengatakan usulan UB atas perpindahan homebase internal supaya masing-masing prodi sesuai dengan yang dipersyaratkan (minimal enam) bisa dilakukan.
Mulyono mengaku paham akreditasi menjadi suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh perguruan tinggi. Oleh karena itu, dia siap membantu jika suatu saat UB membutuhkan bantuannya, seperti untuk memproses Nomer Induk Dosen Nasional (NIDN).
NIDN dalam hal ini menjadi faktor penting dalam registrasi dosen.
Selain berpengaruh terhadap akreditasi, data dosen juga berpengaruh terhadap sistem penjaminan mutu internal (SPMI), cluster atau perangkingkan, penelitian, jabatan fungsional, dan untuk study.
Data atau registrasi dosen sangat bermanfaat terutama bagi dosen yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Jadi yang tidak  punya NIDN jangan harap bisa S3. Bahkan untuk rekrutmen LPDP saat ini menggunakan data dari PD DIKTI,"katanya.
 Jabatan fungsional terutama untuk lektor kepala dan professor juga membutuhkan regstrasi dosen.
"Selain itu, terkait pemeringkatan saya mencontohkan Udayana yang tahun lalu ranking nya kalah dengan perguruan tinggi swasta lain. Rektornya muring-muring dan setelah diusut banyak SDM nya yang pendidikannya masih S1 dan bahkan ada staff yang jabatan fungsionalnya ahli madya. Istilahnya bukan karena jelek tapi karena kepatuhan menggunakan update data. Update data bisa menaikkan peringkat,"kata Mulyono. [Oky Dian/Humas UB] 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID