Prasetya Online

>

Berita UB

Rapat Terbuka Senat Dies Natalis UB ke 55

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 08 Januari 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 719

Pidato Rektor Bisri dalam rapat senat terbuka Dies 55 UB
Pidato Rektor Bisri dalam rapat senat terbuka Dies 55 UB
Universitas Brawijaya (UB) menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalies yang ke-55, Jumat (5/1/2018) di Gedung Samantha Krida.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menyampaikan capaian kinerja Rektor 2017 selama tiga tahun enam bulan masa jabatannya di hadapan civitas akademika dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, SE., MSc., PhD..

Dalam paparannya Prof Bisri menjelaskan bahwa indikator kinerja UB didasarkan pada Kontrak Kinerja antara Rektor UB dengan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan dengan Menteri Keuangan. Hasil capaian kinerja Rektor dengan dua kementerian tersebut berdasarkan data hasil Audit Internal Mutu Siklus 16 yang dilakukan oleh Pusat Jaminan Mutu (PJM).

Dari 20 butir indikator kerja dengan Menristekdikti, sebanyak 17 butir telah dicapai sehingga rata - rata capaian kinerja rektor tahun 2017 adalah 96,5 persen.

Tiga butir indikator kinerja yang belum dapat dicapai adalah pemeringkatan internasional Versi QS Stars, jumlah produk inovasi, dan ranking Perguruan Tinggi di level nasional yang semula di peringkat 5 (Tahun 2016) turun ke peringkat 8 (tahun 2017), hal tersebut disebabkan 29 prodi masih terakreditasi C.

Sementara dari 12 butir indikator kerja rektor dengan Menteri Keuangan sebanyak 10 butir telah dipenuhi sehingga rata - rata capaian kinerja rektor tahun 2017 mencapai 93,8 persen.

Dua butir indikator kinerja yang belum dapat dicapai adalah jumlah pendapatan yang bersumber dari pengelolaan aset masih dibawah target, yaitu sebesar 36,8 miliar dari target 80 miliar serta jumlah produk inovasi sebanyak 16 produk dengan target sebanyak 20 produk.

Prof. Bisri menambahkan salah satu capaian kinerja yang sangat menggembirakan adalah 15 program studi telah memperoleh akreditasi di tingkat ASEAN, Asia bahkan dunia.

"Pada tahun 2016, 14 program studi memperoleh akreditasi internasional dari The Association of Chartered Certified Accountants (ACCA) untuk program studi S1 Akuntansi FEB. Di tahun 2018 ini, direncanakan ada empat program studi mendapatkan akreditasi AUN-QA yaitu Program Studi Magister Administrasi Publik FIA, Program Studi Sarjana Kedokteran FK, Agribisnis FP, dan Agroekoteknologi," katanya.

Selain itu, sesuai versi 4ICU peringkat UB meningkat di tingkat dunia dan di Indonesia. Tahun  2016, posisi UB berada di peringkat 966, dan di tahun 2017 menjadi 729.

UB juga memperoleh sertifikasi versi UI Greenmatrics, peringkat UB di tahun 2017 masih sama seperti tahun 2016, yaitu posisi 119 dunia dan posisi 7 Indonesia.

Prestasi UB yang telah diraih adalah penghargaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat, pada tahun 2017.

Dalam bidang kemahasiswaan, pada tahun 2017 UB kembali menjadi juara umum untuk ke-enam kalinya dan tiga kali berturut - turut dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 pada ajang PIMNAS. Meskipun telah banyak prestasi yang telah diraih oleh UB, rektor menyampaikan masih banyak yang perlu diperbaiki di masa mendatang.

"Kami akan terus secara konsisten meningkatkan kinerja UB dengan menyusun program - program prioritas," ujar Bisri.

Upaya peningkatan tersebut diantaranya meningkatkan implementasi sistem birokrasi berbasis sistem informasi terpadu melalui GAPURA UB, memperbaiki sistem pelacakan kelulusan, meningkatkan budaya riset melalui Program Hibah Kompetisi (PHK) UB untuk Research Group dan peningkatan kompetensi Dosen, program ketahanan jurnal dan ketahanan buku, revitalisasi laboratorium, program percepatan Doktor dan Guru Besar, dan mendorong mahasiswa untuk berprestasi di tingkat Internasional serta mendorong mahasiswa berwirausaha.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati SE., MSc., PhD., turut memaparkan orasi ilmiahnya dengan tema Kesejahteraan Indonesia. Salah satu yang ia tekankan adalah tentang pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Sementara Sri Hermaningrum, dosen FIB UB dalam orasi ilmiahnya memaparkan tema Menakar Kemajemukan Indonesia dalam Dikotomi Budaya Transglobal.

Acara puncak Dies Natalis UB ke 55 tersebut dimeriahkan juga oleh Orchestra Brawijaya yang dipimpin oleh konduktor Purwacaraka dan penampilan dari Trie Utami. [Dinda/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID