Prasetya Online

>

Berita UB

Rapat Koordinasi PSIK Bahas Kejelasan Tupoksi dan Hubungan Antar Unit Kerja

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 28 September 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 1419

Tjahjanulin Domai memaparkan materi di depan PSIK Fakultas se-UB
Tjahjanulin Domai memaparkan materi di depan PSIK Fakultas se-UB
Perwakilan PSIK (Perencanaan, Sistem Informasi, Kerjasama dan Kehumasan) di lingkungan Universitas Brawijaya (UB) pada Kamis (20/09/2017) berkumpul di Ruang Jamuan Gedung Rektorat. Mereka menghadiri rapat koordinasi yang diinisiasi oleh Sub Bagian Kearsipan dan Hubungan Masyarakat. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kasubbag Kearsipan dan Hubungan Masyarakat yang baru, Drs. Kotok Gurito. Turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Kepala Biro Umum dan Kepegawaian, Drs. Syarif Utomo, MM serta Ketua PIDK (Pusat Informasi, Dokumentasi dan keluhan) Dr. Tjahjanulin Domai, MS.

Dalam paparannya, Tjahjanulin Domai menyampaikan diperlukannya sebuah lembaga yang menangani informasi secara bertanggungjawab. Sebagai lembaga besar, menurutnya UB perlu turut mensikapi kebijakan-kebijakan publik, utamanya yang menjadi dasar kerja seperti kebijakan Rektor dan kebijakan Menteri. "Secara struktural UB sudah memiliki lembaga tersebut meliputi PSIK di tingkat fakultas," kata dosen Ilmu Administrasi Publik ini. Namun lembaga-lembaga tersebut belum memiliki kejelasan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) serta hubungan kerja antar unit kerja/lembaga.

Sementara di sisi lain, Ulin menyampaikan, keterbukaan informasi baik kepada publik internal maupun eksternal adalah sebuah tuntutan menuju open governance. Beberapa pedoman terkait pelayanan informasi, disebutkannya adalah Undang-Undang Pelayanan Publik, Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik serta Undang-Undang Ombudsman.

Tjahjanulin Domai sebelumnya menjabat sebagai PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) selama dua periode. Dengan keluarnya Peraturan Menteri baru dimana PPID dijabat oleh Wakil Rektor II Bidang Administasi dan Keuangan, maka secara struktural penanganan informasi berada di bawah jajaran Wakil Rektor II. Ulin menandaskan, dengan keberadaan PSIK dan PIDK sebagai penyedia data dan informasi, harapannya aktivitas terkait hal tersebut bisa terdokumentasi dengan baik.

Sinergisitas kerja, dalam kesempatan tersebut juga menjadi perhatian Kotok Gurito. Ia menyampaikan, era kebebasan informasi membutuhkan kreativitas, inovasi serta kecermatan kerja. Dalam hubungan dengan Kehumasan, menurutnya PSIK merupakan partner Humas rektorat dalam kontribusi materi publikasi.

Sebagai Kasubbag Kearsipan dan Humas yang baru, Kotok memiliki visi sebagai "corong" dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat memiliki pemahaman tentang UB. Selain itu, pihaknya tetap mengawal visi besar UB sebagai perguruan tinggi berkelas dunia.

Rapat koordinasi ini menurut rencana akan dilanjutkan dengan Diskusi Kelompok Terfokus guna menyamakan persepsi dan pemahaman tupoksi PSIK dengan melibatkan Unit TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), PIDK, serta Sub Bagian Kearsipan dan Hubungan Masyarakat. [Denok/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID